Jadi Ikon, Jonru Bakal Dapat Jatah Orasi di Reuni Akbar 212

Reporter:
Editor:

Juli Hantoro

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Mantan terpidana kasus ujaran Jon Riah Ukur alias Jonru Ginting bebas bersyarat pada Jumat, 23 November 2018. Jonru bebas setelah menjalani dua pertiga masa hukuman 1,5 tahun di Rutan Cipinang. Istimewa

    Mantan terpidana kasus ujaran Jon Riah Ukur alias Jonru Ginting bebas bersyarat pada Jumat, 23 November 2018. Jonru bebas setelah menjalani dua pertiga masa hukuman 1,5 tahun di Rutan Cipinang. Istimewa

    TEMPO.CO, Jakarta - Nama Jon Riah Ukur alias Jonru Ginting, mantan terpidana kasus ujaran kebencian, masuk salah satu daftar tokoh sentral dalam reuni akbar Persaudaraan Alumni 212. Juru bicara PA 212, Novel Bamukmin, mengatakan Jonru bakal menyampaikan orasi khusus dalam acara yang rencananya digelar pada 2 Desember nanti.

    Baca juga: Alasan Jonru Ginting Bebas: Melewati Dua Pertiga Masa Tahanan

    “Beliau akan menyampaikan salam perjuangan, menyemangati, dan memberi motivasi perjuangan bagi kami yang senapas,” ujar Novel kepada Tempo saat dihubungi pada Jumat, 23 November 2018.

    Selain berorasi, PA 212 bakal mengangkat Jonru sebagai salah satu ikon gerakan bela Islam itu. Atas rencana tersebut, Novel mengaku telah rutin berkomunikasi dengan tim advokat Jonru.

    Novel mengimbuhkan, keterlibatan Jonru bersebab dirinya masih memiliki paham yang sama dengan para anggota PA 212. Selain itu, Jonru dinilai memiliki stori yang kuat di balik hukum bui yang menimpanya.

    Adapun keterlibatan Jonru bakal disambut oleh pendukung gerakan 212. Khususnya lantaran penulis lepas tersebut baru saja bebas dari penjara. Menurut pengacara Jonru, Djuju Purwanto, kliennya telah lepas dari hukum bui terhitung sejak hari ini, Jumat, 23 November.

    Baca juga: PA 212 Akan Temui Jonru Ginting untuk Bahas Reuni Akbar 212

    Jonru dibebaskan bersyarat pihak berwenang setelah ditangkap dan ditahan pada 29 September 2017 lalu. Jonru diringkus karena terbukti bersalah karena melontarkan ujaran kebencian melalui status media sosial Facebook. Melalui media sosialnya, Jonru menyinggung persoalan yang berhubungan dengan etnis, suku, RAS, dan agama.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.