Fachrul Razi: Prabowo Hidup Mewah Sejak di TNI, Kami Tak Iri

Reporter:
Editor:

Juli Hantoro

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ketua Tim Kampanye Nasional Jokowi-Ma'ruf Erick Thohir dan Ketua Tim Bravo-5 Jenderal TNI (Purn) Fachrul Razi menghadiri acara deklarasi Perempuan Keren Bravo-5 di Hotel Atlet Century, Jakarta pada Kamis, 8 November 2018. TEMPO/Dewi Nurita

    Ketua Tim Kampanye Nasional Jokowi-Ma'ruf Erick Thohir dan Ketua Tim Bravo-5 Jenderal TNI (Purn) Fachrul Razi menghadiri acara deklarasi Perempuan Keren Bravo-5 di Hotel Atlet Century, Jakarta pada Kamis, 8 November 2018. TEMPO/Dewi Nurita

    TEMPO.CO, Jakarta - Jenderal TNI (Purn) Fachrul Razi mengatakan banyak pensiunan jenderal yang tergolong hidup berpunya. Namun, kata dia, itu diraih lewat hasil kerja keras setelah pensiun. Fachrul Razi mengatakan hal itu untuk menanggapi pernyataan calon presiden Prabowo Subianto yang menyebut hidup mewah jenderal patut dipertanyakan.

    Baca juga:  Prabowo Singgung Jenderal Hidup Mewah, Ini Reaksi Fachrul Razi

    "Saya tidak tersinggung. Saya lihat teman-teman yang relatif berpunya, umumnya didapat dari bekerja keras setelah pensiun," ujar Fachrul Razi kepada Tempo pada Jumat malam, 23 November 2018.

    Fachrul mencontohkan hidupnya yang kini tergolong berpunya. Ia blak-blakan mengatakan hartanya didapat dari bekerja di perusahaan milik Menko Kemaritiman Luhut Binsar Panjaitan. Fachrul juga merupakan komisaris BUMN.

    Ia pun menyinggung soal kehidupan Prabowo. "Kalau Pak Prabowo, setahu saya memang sudah hidup mewah semenjak di TNI dan kami tidak iri. Dengan mengikuti tax amnesty, tidak ada kekayaan yang dapat disembunyikan, termasuk sumbernya," ujar Ketua Tim Bravo-5 ini.

    Untuk itu, ujar Fachrul, dia tak merasa tersindir akan pernyataan Prabowo tersebut. Toh, dia hidup berkecukupan dari hasil bekerja di sejumlah perusahaan setelah pensiun.

    Keberadaan para jenderal purnawirawan di posisi-posisi strategis sebuah perusahaan, memang bukanlah barang baru. Setidaknya beberapa jenderal atau letnan jenderal purnawirawan yang mendukung Presiden Joko Widodo atau Jokowi sejak pilpres 2014, menempati posisi komisaris di berbagai BUMN. Para purnawirawan TNI ini bergabung mendukung Jokowi melalui Tim Bravo-5, tim bentukan Luhut Binsar Panjaitan.

    Sebagai contoh, Fachrul Razi menjabat Presiden Komisaris di PT Central Proteina Prima (CP Prima) dan Komisaris Utama di PT Antam Tbk sejak 2015. Dia juga menjadi komisaris di PT Toba Sejahtera Group milik Jenderal TNI (Purn) Luhut Binsar Panjaitan.

    Baca juga: Rachmawati Soekarnoputri di Hadapan Prabowo: Ini Tahun Berbahaya

    Anggota tim Bravo-5 lainnya, yakni Letjen TNI (Purn) Suaidi Marasabessy menjabat Komisaris Independen Komisaris Pelindo II. Adapula Letjen TNI (Purn) Sumardi yang menjabat Dewan Komisaris Pindad sejak April 2017.

    Adapun Sekretaris Tim Kampanye Nasional Jokowi-Ma'ruf Hasto Kristiyanto mengatakan, tak ada jenderal purnawirawan dari kubunya yang hidup mewah. "Kalau pun ada, mungkin mereka belajar dari Pak Prabowo," ujar Hasto di Jakarta, Sabtu, 24 November 2018.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Wajah Anggota Kabinet Indonesia Maju yang Disusun Jokowi - Ma'ruf

    Presiden Joko Widodo mengumumkan para pembantunya. Jokowi menyebut kabinet yang dibentuknya dengan nama Kabinet Indonesia Maju.