Hidayat Nur Wahid: Indonesia adalah Bangsa yang Memiliki Banyak Keunggulan

Oleh:
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Wakil Ketua MPR RI Hidayat Nur Wahid pada acara dialog kebangsaan dan temu tokoh nasional di lapangan tenis Cilandak, Jakarta Selatan, Kamis malam, 22 November 2018,

    Wakil Ketua MPR RI Hidayat Nur Wahid pada acara dialog kebangsaan dan temu tokoh nasional di lapangan tenis Cilandak, Jakarta Selatan, Kamis malam, 22 November 2018,

    INFO NASIONAL - Pada acara dialog kebangsaan dan temu tokoh nasional di lapangan tenis Cilandak, Jakarta Selatan, Kamis malam, 22 November 2018,  seorang warga Kelurahan Pondok Labu Jakarta Selatan bernama Siti Hadiyah menyampaikan keluhannya kepada  Wakil Ketua MPR RI Hidayat Nur Wahid. Dengan nada yang parau, dia mengaku bingung bagaimana caranya menanamkan rasa nasionalisme kepada anaknya. Sebagai warga negara,  dia mengaku tak ingin melihat anaknya tumbuh tanpa rasa nasionalisme.

    "Mohon bapak Hidayat Nur Wahid berkenan mengajarkan kepada saya bagaimana mendidik rasa nasionalisme kepada anak. Saya percaya, bapak sebagai pimpinan MPR  adalah orang yang tepat menjawab pertanyaan ini,” ujarnya.  Dialog kebangsaan itu  merupakan kerja sama antara MPR RI dengan Yayasan Insan Karya Guna.

    Menjawab pertanyaan tersebut, Hidayat Nur Wahid mengatakan, Indonesia adalah bangsa yang memiliki banyak keunggulan. Karena itu, seluruh masyarakat Indonesia harus senantiasa bersyukur atas segala karunia yang diberikan Allah SWT.

    Kata Hidayat Nur Wahid, alam Indonesia  memiliki banyak keunggulan dibanding negara-negara lain di dunia. Dibandingkan dengan benua Afrika misalnya, di padang pasir Afrika, udara sangat terik dan suhunya sangat panas. Sedangkan di negara-negara Eropa, saat salju turun, hawanya sangat dingin sehingga harus mengenakan pakaian berlapis-lapis.

    "Kita bisa tinggal di Indonesia dengan nyaman. Tidak perlu pendingin yang ekstra  atau pakaian berhelai-helai.  Saat kemarau, panasnya jauh di bawah padang pasir. Dan waktu hujan  tidak membuat dingin seekstrim negara-negara kawasan Eropa,"  katanya.

    Di Indonesia, umat Islam biasa berpuasa antara 12-13 jam. Tapi di kutub, waktu Subuh bisa tiba pada pukul 02.00 dinihari, dan Isya jam 24.00. Artinya, masyarakat kutub harus berpuasa jauh lebih lama dibanding Indonesia.

    "Terlebih lagi soal makanan. Soto misalnya, kita memiliki banyak makanan jenis ini. Soto Betawi, soto Kudus, Coto Makasar, soto Madura dan yang lainnya. Krupuk,  kita jauh lebih beragam dibanding India yang katanya memiliki beragam makanan. Semua  itu harus kita kenali dan bangga, sehingga membantu kita untuk memiliki rasa nasionalisme serta cinta tanah air," kata Hidayat Nur Wahid. (*)


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.