Mabes Polri Sebut Masih Ada Dua Pelaku Pembunuhan Dufi yang Buron

Reporter:
Editor:

Syailendra Persada

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Polisi mengawal M. Nurhadi, tersangka pelaku pembunuhan terhadap mantan wartawan Abdullah Fithri Setiawan alias Dufi, di Polda Metro Jaya, Jakarta, Rabu, 21 November 2018. ANTARA

    Polisi mengawal M. Nurhadi, tersangka pelaku pembunuhan terhadap mantan wartawan Abdullah Fithri Setiawan alias Dufi, di Polda Metro Jaya, Jakarta, Rabu, 21 November 2018. ANTARA

    TEMPO.CO, Jakarta - Markas Besar Polri mengatakan masih ada dua pelaku yang buron dalam kasus pembunuhan Abdullah Fitri Setiawan atau Dufi. "Ada dua, yang satu yang membantu mengangkat korban, yang satu yang menampung penjualan mobil korban," ujar Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Polri Brigadir Jenderal Dedi Prasetyo di Markas Besar Polri, Jakarta Selatan pada Kamis, 22 November 2018.

    Baca: Penyebab Keluarga Tuntut Pelaku Pembunuhan Dufi Dihukum Berat

    Dufi tewas di sebuah rumah kontrakan yang berada di Desa Bojong Kulur, Kecamatan Gunung Putri, Bogor. Dia dibunuh pukul 14.00 WIB pada 17 November 2018. Jasad Dufi ditemukan pada keesokan harinya, 18 November 2018, sekitar pukul 06.00 WIB dalam sebuah drum di Kampung Narogong, Klapanunggal, Kabupaten Bogor, Jawa Barat.

    Belakangan polisi telah menangkap dua orang pelaku yaitu seseorang bernama Nurhadi dan istrinya. Keluarga menduga Dufi tewas karena perampokan.

    Identitas kedua orang yang buron itu masih disembunyikan oleh polisi untuk kepentingan pengejaran. Dedi menjelaskan, satu orang yang buron berperan dalam membantu menggotong jasad Dufi ke dalam kendaraan sebelum dibuang.

    Sementara, satu buron lainnya berperan menadah mobil hasil rampasan pelaku pembunuhan. Sebab, Nurhadi dan istrinya turut merampas barang-barang milik Dufi, seperti mobil, ponsel, laptop dan sejumlah uang. "Motifnya motif ekonomi," kata Dedi.

    Simak: Pembunuh Dufi Dikenal Dermawan di Kalangan Tetangga dan Ojek

    Pelaku pembunuhan Dufi terancam hukuman mati atau kurungan seumur hidup lantaran disangka dengan pasal pembunuhan berencana. Para pelaku dikenai Pasal 340 tentang pembunuhan berencan subsidiair 338 dan atau Pasal 365 ayat (3) subsidiair pasal 363 dan atau pasal 480. "Karena pelaku itu kan menyiapkan parang di situ, artinya terencana, kalau spontan ya tidak pakai itu, dicekik mungkin," ujar Dedi.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Wajah Anggota Kabinet Indonesia Maju yang Disusun Jokowi - Ma'ruf

    Presiden Joko Widodo mengumumkan para pembantunya. Jokowi menyebut kabinet yang dibentuknya dengan nama Kabinet Indonesia Maju.