Sandiaga: Kami Tidak Anti-Asing, Boleh Kerja Sama dengan Asing

Reporter:
Editor:

Syailendra Persada

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Putra-putri politikus senior PAN, Amien Rais, Hanafi dan Hanum Rais mendampingi kampanye Sandiaga Uno di Yogya (16/11). Tempo/Pribadi Wicaksono

    Putra-putri politikus senior PAN, Amien Rais, Hanafi dan Hanum Rais mendampingi kampanye Sandiaga Uno di Yogya (16/11). Tempo/Pribadi Wicaksono

    TEMPO.CO, Jakarta - Calon wakil presiden nomor urut 02 Sandiaga Uno menegaskan ia dan calon presiden Prabowo Subianto tidak anti-asing. "Kami tidak anti-asing, Prabowo - Sandiaga ingin mengembalikan sistem ekonomi Indonesia seperti tertulis di Pasal 33 UUD 1945," kata Sandiaga Uno di bilangan Kuningan, Jakarta pada Kamis, 22 November 2018.

    Baca: Sandiaga Uno Ingin Tiru Swasembada Pangan dan Energi Orde Baru

    Pasal 3 UUD 1945 menyebutkan; "Bumi, air dan kekayaan alam yang terkandung di dalamnya dikuasai oleh Negara dan dipergunakan untuk sebesar-besarnya kemakmuran rakyat". "Jadi kan boleh kerjasama dengan asing, enggak ada masalah," ujar Sandiaga Uno.

    Mantan wakil gubernur DKI Jakarta itu mengatakan, pihak asing harus diajak bekerjasama dan diundang ke Indonesia untuk bertukar pengetahuan dan teknologi. Untuk pembangunan infrastruktur, kata Sandiaga, juga harus melibatkan pihak asing agar anggaran negara tidak terbebani akan pembiayaan jangka pendek dan menengah. "Kami berpihak pada ekonomi Pancasila. Dan untuk tumbuh berkembang, kami perlu investasi," ujar Sandiaga.

    Simak: Sandiaga: Milenial Bernafas dengan Sinyal, Makan dengan Kuota

    Namun, kata dia, sistem ekonomi yang ingin dibangun adalah mendahulukan kemampuan di dalam negeri, baik itu generasi muda maupun usaha mikro, kecil dan menengah. "Investor asing akan fokus dimana mereka bisa memberi nilai tambah dengan skala kapital yang besar," kata Sandiaga Uno.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Eliud Kipchoge Tak Pecahkan Rekor Dunia Marathon di Ineos 1:59

    Walau Eliud Kipchoge menjadi manusia pertama yang menempuh marathon kurang dari dua jam pada 12 Oktober 2019, ia tak pecahkan rekor dunia. Alasannya?