Menteri Yohana Yambise Buka Suara Soal Kasus Baiq Nuril

Reporter:
Editor:

Juli Hantoro

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Terpidana kasus UU ITE Baiq Nuril Maknun (kedua kiri) menandatangani surat perlindungan saksi disaksikan Wakil Ketua LPSK Hasto Atmojo (kiri) dan anggota Komisi VI DPR RI Rieke Diah Pitaloka seusai menjadi narasumber pada diskusi empat pilar MPR di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Rabu, 21 November 2018. Sehari sebelumnya, Rieke mengunjungi rumah Baiq di Lombok Tengah untuk memberinya dukungan moral. ANTARA

    Terpidana kasus UU ITE Baiq Nuril Maknun (kedua kiri) menandatangani surat perlindungan saksi disaksikan Wakil Ketua LPSK Hasto Atmojo (kiri) dan anggota Komisi VI DPR RI Rieke Diah Pitaloka seusai menjadi narasumber pada diskusi empat pilar MPR di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Rabu, 21 November 2018. Sehari sebelumnya, Rieke mengunjungi rumah Baiq di Lombok Tengah untuk memberinya dukungan moral. ANTARA

    TEMPO.CO, Jakarta - Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Anak Yohana Yembise mengaku kesal dengan kasus yang menimpa Baiq Nuril.

    Baca juga: Kepala Sekolah Pelapor Baiq Nuril Bungkam

    "Yang saya sangat kesal lagi, penanganan hukum harus melibatkan kedua belah pihak. Jangan wanita saja yang dikorbankan. Terlihat adanya ketidakadilan penegakan hukum dan diskriminasi terhadap kaum perempuan masih tinggi di negara ini," kata Yohana kepada Tempo, Kamis, 22 November 2018.

    Yohana mengatakan sudah meminta Biro Hukum Kementerian PPA untuk memberi perhatian kepada Baiq Nuril. Ia meminta biro hukum kementeriannya menangani kasus Nuril, jika ada bukti lain dari Nuril mengenai indikasi pelecehan seksual.

    "Pelaku laki-laki harus juga dihadapkan ke ranah hukum agar diadili, dan diberikan hukuman setimpal dengan perbuatannya sebagai predator seks," ujarnya.

    Kendati begitu, Yohana mengaku sempat menyesalkan langkah Baiq Nuril yang tak langsung melapor ke Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak (P2TP2A) atau kepala dinas terkait di NTB, saat merasa menjadi korban pelecehan seksual.

    Baca juga: Alasan Kepala Kejari Mataram Panggil Baiq Nuril

    Namun, Yohana memastikan bahwa ia tetap berkoordinasi dengan Kepala Dinas Provinsi NTB untuk penanganan dan pendampingan Nuril. "Kadis dan P2TP2A juga termasuk istri gubernur sudah pada turun semua," katanya.

    Kasus yang menimpa Baiq Nuril bermula saat ia bertugas di SMAN 7 Mataram dan kerap mendapatkan perlakuan pelecehan dari Kepala Sekolah SMAN 7 Mataram Muslim.

    Muslim sering menghubunginya dan meminta Nuril mendengarkan pengalamannya berhubungan seksual dengan wanita lain yang bukan istrinya sendiri.

    Merasa tidak nyaman, Baiq Nuril merekam pembicaraan dengan Muslim. Namun, rekaman itu menyebar. Muslim yang tak terima kemudian melaporkan Nuril dengan tuduhan pelanggaran Pasal 27 ayat (1) UU ITE.
    Pengadilan Negeri Mataram memutus Nuril tidak terbukti menyebarkan konten yang bermuatan pelanggaran kesusilaan pada 26 Juli 2017. Jaksa Penuntut Umum mengajukan banding hingga tingkat kasasi dan Nuril dinyatakan bersalah.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Wajah Anggota Kabinet Indonesia Maju yang Disusun Jokowi - Ma'ruf

    Presiden Joko Widodo mengumumkan para pembantunya. Jokowi menyebut kabinet yang dibentuknya dengan nama Kabinet Indonesia Maju.