PAN dan Demokrat Bantah Pendukung Prabowo - Sandiaga Tak solid

Reporter:
Editor:

Kodrat Setiawan

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sekretaris Jenderal Partai Demokrat Hinca Panjaitan menjelaskan kepada wartawan tentang kedatangan Prabowo Subianto ke rumah SBY di Jalan Mega Kuningan Timur VII, Jakarta, Kamis malam, 9 Agustus 2018. Prabowo berbicara empat mata dengan SBY. Tempo/Rezki Alvionitasari.

    Sekretaris Jenderal Partai Demokrat Hinca Panjaitan menjelaskan kepada wartawan tentang kedatangan Prabowo Subianto ke rumah SBY di Jalan Mega Kuningan Timur VII, Jakarta, Kamis malam, 9 Agustus 2018. Prabowo berbicara empat mata dengan SBY. Tempo/Rezki Alvionitasari.

    JAKARTA- Sekretaris Jenderal Partai Amanat Nasional (PAN) Eddy Soeparno menepis anggapan bahwa Badan Pemenangan Nasional (BPN) serta koalisi partai pengusung pasangan calon presiden nomor 02 Prabowo Subianto-Sandiaga Uno alias Prabowo - Sandiaga tak solid.

    Baca juga: Prabowo Tidak Janji Naikkan Janji Guru

    “Kami ingin mengklarifikasi bahwa adanya persepsi terkait soliditas di tim BPN dan partai koalisi pengusung Prabowo-Sandiaga adalah tidak berdasar,” ujar Eddy di Jalan Daksa 1, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Rabu, 21 November 2018.

    Menurut Eddy, tim BPN dan partai pengusung kerap mengadakan pertemuan untuk membicarakan strategi pemenangan Prabowo-Sandiaga. Ia juga menyebut tim terus bekerja keras demi memenangkan pasangan yang mereka usung.

    Hal yang sama dinyatakan Hinca Panjaitan, Sekretaris Jenderal Partai Demokrat. Ia menyebut partainya telah menggerakkan seluruh organ untuk mendukung Prabowo-Sandiaga sejak pertama kali menyatakan dukungan.

    “Kami solid mendukung Prabowo-Sandiaga mulai dari teken ke Komisi Pemilihan Umum hingga selesai nanti,” tutur Hinca dalam kesempatan yang sama.

    Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Ma'ruf sebelumnya menyebut BPN Prabowo-Sandiaga tak solid. Alasannya, partai politik pendukung mereka saling beradu pendapat.

    “Bukan semakin solid mendekati pemilu, tapi makin tidak jelas arah koalisinya mau ke mana," kata Direktur Komunikasi Politik TKN, Usman Kansong, Jumat, 16 November 2018 lalu.

    Salah satu buktinya, kata Usman, berkaitan dengan isu efek ekor jas. Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono mempersoalkan Gerindra yang akan kecipratan untung. Soalnya, calon presiden dan wakilnya merupakan kader partai berlambang garuda itu.

    "Ada problem di sana yang sebetulnya kami baca sudah ada indikasi sejak awal, misal ada janji tidak ditepati, capres dan cawarpes dari satu partai, soal logistik anggaran dana mereka," ujar dia.

    Masalah tersebut, kata Usman, secara tidak langsung menguntungkan kubu Jokowi-Ma'ruf. Namun dia menegaskan kubunya tidak dengan sengaja membuat pendukung Prabowo - Sandiaga tidak solid.

    VINDRY FLORENTIN


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Manfaat dan Dampak Pemangkasan Eselon yang Dicetuskan Jokowi

    Jokowi ingin empat level eselon dijadikan dua level saja. Level yang hilang diganti menjadi jabatan fungsional.