Sandiaga Belum Pastikan Kehadirannya di Reuni 212

Reporter:
Editor:

Rina Widiastuti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sandiaga Uno hadiri pengajian di Pondok Pesantren An Najach asuhan Kiai Mukti di Tegalrejo Magelang, Jawa Tengah. Ahad 18 November 2018. Dok: Istimewa.

    Sandiaga Uno hadiri pengajian di Pondok Pesantren An Najach asuhan Kiai Mukti di Tegalrejo Magelang, Jawa Tengah. Ahad 18 November 2018. Dok: Istimewa.

    TEMPO.CO, Jakarta - Calon wakil presiden nomor urut 02, Sandiaga Uno belum memastikan kehadirannya di reuni 212 pada 2 Desember mendatang. Sandiaga mengatakan ada tiga hal yang menjadi pertimbangannya.

    Baca: Polisi Imbau Panitia Reuni Akbar 212 Segera Kirim Surat Pemberitahuan

    Pertama, Sandiaga mengatakan jadwalnya bersafari ke pelbagai daerah sudah cukup padat. Dia berujar prioritasnya adalah turun ke lapangan menemui masyarakat.

    Sandiaga berpendapat kegiatan itu lebih penting demi mengejar ketertinggalan elektabilitasnya dan Prabowo Subianto di pemilihan presiden 2019. "Kalau kami mau mengejar ketinggalan kan kami lebih rajin turun ke bawah," kata Sandiaga di Media Center Prabowo-Sandi, Jalan Sriwijaya, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Rabu, 21 November 2018.

    Ribuan umat Islam hadir dalam acara Reuni 212 di Silang Monas, Jakarta, Sabtu 2 Desember 2017. TEMPO/Subekti.

    Alasan berikutnya, Sandiaga melanjutkan, dia ingin memastikan terlebih dulu bahwa reuni 212 itu tak melanggar aturan pemerintah DKI Jakarta dan Kepolisian Daerah Metropolitan Jakarta Raya.

    Baca: Reuni Akbar 212, Anies Baswedan Restui Digelar di Lapangan Monas

    Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan, pada Senin lalu, telah menyatakan pihaknya memberikan izin untuk acara tersebut. Namun Sandiaga mengatakan dirinya ingin bertanya langsung kepada bekas atasannya itu terlebih dulu.

    "Nah ini yang saya pengin tanya ke Pak Anies, sampai sekarang saya belum terhubung dengan Pak Anies," ujar Sandiaga.

    Adapun pertimbangan ketiga menurut Sandiaga ialah soal efektivitas. Ia masih akan berbicara dengan Prabowo ihwal siapa yang bakal hadir di acara itu. "Kalau dua-duanya hadir atau kalau cuma satu yang hadir seperti apa," kata Sandiaga.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.