IMM: Bila Dukung Capres, Apa Bedanya Muhammadiyah dengan Timses?

Reporter:
Editor:

Endri Kurniawati

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ketua Dewan Kehormatan PAN Amien Rais menjawab pertanyaan awak media saat mendatangi gedung KPK, Jakarta, Senin, 29 Oktober 2018. Dalam kesempatan tersebut, Amien Rais didampingi politikus Partai Gerindra Ferry Juliantono, penggerak #2019GantiPresiden Neno Warisman, dan koordinator Forum Masyarakat Peduli Penegakan Hukum dan Keadilan Marwan Batubara. TEMPO/Imam Sukamto

    Ketua Dewan Kehormatan PAN Amien Rais menjawab pertanyaan awak media saat mendatangi gedung KPK, Jakarta, Senin, 29 Oktober 2018. Dalam kesempatan tersebut, Amien Rais didampingi politikus Partai Gerindra Ferry Juliantono, penggerak #2019GantiPresiden Neno Warisman, dan koordinator Forum Masyarakat Peduli Penegakan Hukum dan Keadilan Marwan Batubara. TEMPO/Imam Sukamto

    TEMPO.CO, Jakarta - Dewan Pimpinan Pusat Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (DPP IMM) meminta agar Muhammadiyah bersikap netral dan tidak terpengaruh desakan Penasihat Pengurus Pusat Muhammadiyah Amien Rais yang meminta pimpinan organisasi itu menentukan dukungan terhadap pasangan calon presiden dan wakil presiden pada pemilihan presiden 2019. “Bila dukung-mendukung dilakukan, apa bedanya Muhammadiyah dengan tim sukses ataupun parpol pendukung calon presiden?” kata Ketua Umum DPP IMM Najih Prastiyo melalui keterangan tertulisnya pada Rabu, 21 November 2018.

    Najih mengatakan sesuai khittah-nya, Muhammadiyah harus tetap bersikap netral dan tidak ada anjuran Muhammadiyah harus melakukan penyeragaman pilihan politik dalam pemilihan presiden. Jika sampai fatwa dikeluarkan, dikhawatirkan Muhammadiyah akan terseret ke dalam pusaran politik praktis yang kontraproduktif bagi Muhammadiyah sebagai gerakan dakwah. “Sekali lagi Muhammadiyah adalah rumah bersama bagi seluruh elemen bangsa,” ujar dia.

    Baca: Amien Rais Akan Jewer Haedar Jika ...

    DPP IMM mendukung sikap Ketua Umum PP Muhammadiyah Haedar Nashir yang sampai saat ini masih menjaga netralitas Muhammadiyah dan tetap berada di tengah sebagai ummatan wasathon (tengahan) dengan tidak memberi dukungan kepada salah satu capres. “Siapa  pun yang akan terpilih menjadi presiden, kami yakin Muhammadiyah tetap akan menjadi mitra kritis pemerintah,” ujar dia.

    Berbeda dengan IMM, Amien Rais menilai, PP Muhammadiyah tak boleh diam saja atau tidak jelas sikapnya dalam menentukan pemimpin bangsa ini untuk periode 2019-2024. "Sekali lagi, kalau sampai itu dilakukan maka saya jewer. Pemilihan presiden ini menentukan satu kursi dan jangan sampai bilang terserah," kata Ketua MPR RI periode 1999-2004 itu dalam Tabligh Akbar dan Resepsi Milad ke106 Masehi Muhammadiyah di Islamic Center Surabaya, Selasa, 20 November 2018.

    Baca: Jokowi: Selama 106 Tahun Muhammadiyah ...

    Haedar Nashir sudah menegaskan bahwa Muhammdiyah secara organisasi bersikap netral alias tidak mendukung salah satu pasangan calon di Pilpres 2019. “Muhammadiyah berdiri netral dari politik," ujar Haedar di kantornya, Jakarta pada Rabu, 31 Oktober 2018.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.