Penyerangan Polisi di Lamongan Diduga Terkait Kelompok Radikal

Reporter:
Editor:

Juli Hantoro

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi Polisi Indonesia. Getty Images

    Ilustrasi Polisi Indonesia. Getty Images

    TEMPO.CO, Jakarta - Kasus penyerangan polisi dan perusakan pos polisi di Kawasan Wisata Bahari Lamongan saat ini diambil alih Detasemen Khusus atau Densus 88 Antiteror Mabes Polri.

    Baca juga: Penyerangan Polsek Penjaringan, Rohandi Diduga Ingin Bunuh Diri  

    Kepala Polda Jawa Timur Inspektur Jenderal Luki Hermawan mengatakan dua orang yang ditangkap dalam peristiwa penyerangan polisi itu diduga terkait kelompok radikal. Kedua orang yang ditangkap itu berinisial MSA dan ER. ER merupakan pecatan dari anggota Polri pada tahun 2004.

    "Tadi pagi Wakapolda turun ke TKP (tempat kejadian perkara) dan berkoordinasi dengan Satgas Densus 88. Sore ini kasus akan diambil alih Densus 88, sebab disinyalir pelaku ini berkaitan dengan dugaan kelompok radikal," kata Luki saat menjenguk anggotanya yang menjadi korban, Selasa 20 November 2018.

    Dia menjelaskan, Densus 88 telah melakukan penggeledahan di rumah pelaku dan mendapati adanya buku-buku yang berhubungan dengan kelompok-kelompok radikal.

    "Sudah ada titik terang jaringannya. Kami akan terus melakukan penyelidikan kasus ini. Nantinya akan kami laporkan perkembangan berikutnya," ujarnya pula.

    Alumnus Akpol 1987 ini menambahkan, pihaknya terus mendalami tergabung pada kelompok mana pelaku tersebut, sebab pelaku yang merupakan mantan anggota Polres Sidoarjo selama di lembaga pemasyarakatan (lapas) berkoordinasi dengan beberapa kelompok.

    "Pelaku ini waktu itu terseret kasus pembunuhan guru ngaji. Sedangkan satu pelaku lagi (MSA, Red) merupakan warga sipil dan juga residivis," ujarnya pula.

    Polisi telah mengamankan barang bukti penyerangan polisi itu yakni ketapel dan kelereng dan akan mendalami motif yang dilakukan para pelaku, apakah berkaitan dengan sakit hati atau yang lain.

    Luki mengatakan kondisi Bripka AA terus membaik meski masih belum sadar pascaoperasi di bagian mata. Luki meminta pengawasan khusus dari tim dokter terhadap korban.

    Baca juga: Densus 88 Pastikan Penyerangan Polsek Penjaringan Bukan Terorisme

    "Alhamdulillah baru selesai dioperasi, mohon doanya. Untuk kornea mata cuma ada robek sedikit di bagian bola matanya. Kita doakan supaya bisa cepat pulih," ujarnya lagi.

    Sebelumnya, pada Selasa dini hari tadi kaca Pos Polisi Wisata Bahari Lamongan (WBL) Paciran, Lamongan dirusak dan dilempari batu oleh dua orang.

    Mengetahui hal itu, Bripka AA mengejar pelaku ke arah barat. Sampai di Pasar Blimbing Paciran, pelaku ER menghadang Bripka AA. ER menembakkan kelereng dengan ketapel dan mengenai mata kanan Bripka AA.

    Meski terluka, Bripka AA terus mengejar dan menabrakkan sepeda motornya ke motor pelaku sehingga terjatuh hingga pelaku akhirnya diamankan di Polsek Brondong, Polres Lamongan.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Eliud Kipchoge Tak Pecahkan Rekor Dunia Marathon di Ineos 1:59

    Walau Eliud Kipchoge menjadi manusia pertama yang menempuh marathon kurang dari dua jam pada 12 Oktober 2019, ia tak pecahkan rekor dunia. Alasannya?