KPK dalami Suap Bupati Pakpak Bharat dengan Kasus Istrinya

Reporter:
Editor:

Syailendra Persada

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Wakil Ketua KPK Saut Situmorang, memberikan keterangan saat konferensi pers terkait Operasi Tangkap Tangan (OTT) Bupati Labuhanbatu Pangonal Harahap di Gedung KPK, Jakarta, 18 Juli 2018. TEMPO/M Taufan Rengganis

    Wakil Ketua KPK Saut Situmorang, memberikan keterangan saat konferensi pers terkait Operasi Tangkap Tangan (OTT) Bupati Labuhanbatu Pangonal Harahap di Gedung KPK, Jakarta, 18 Juli 2018. TEMPO/M Taufan Rengganis

    TEMPO.CO, Jakarta - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) akan mendalami hubungan antara kasus suap Bupati Pakpak Bharat Remigo Yolanda Berutu dengan penghentian penyidikan kasus yang menjerat istrinya, Made Tirta Kusuma Dewi oleh Kepolisian Daerah Sumatera Utara.

    Baca: KPK Duga Duit Suap Bupati Pakpak Bharat untuk Amankan Kasus Istri

    "Akan didalami oleh penyidik relevansinya seperti apa, sudah pasti harus dilihat fakta yang terkait dengan wewenang KPK," kata Wakil Ketua KPK Saut Situmorang, Senin, 19 November 2018.

    Saut menuturkan KPK akan melihat konstruksi kasus yang membelit istri Remigo. Selain itu, KPK juga akan menggali alasan Remigo mengumpulkan duit untuk mengurus kasus istrinya.

    Sebelumnya, KPK menetapkan Remigo sebagai tersangka penerima suap Rp 550 juta terkait proyek. KPK menduga duit itu dipakai untuk mengamankan kasus yang membelit istrinya.

    Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Kepolisian Daerah Sumatera Utara Komisaris Besar Tatan Dirsan mengatakan kasus yang pernah membelit Made Tirta adalah dugaan korupsi kegiatan fasilitas peran PKK Pakpak Bharat tahun 2014.

    Namun penyidikan terhadap kasus itu telah dihentikan. Alasannya, Made Tirta telah mengembalikan kerugian ke kas negara. Surat Perintah Penghentian Penyidikan (SP3) kasus itu sudah keluar pekan lalu. "Surat perintah penghentian perkara keluar minggu kemarin," kata Tatan.

    Nama Made Titra menjadi sorotan setelah Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menetapkan Bupati Pakpak Bharat Remigo Yolanda Berutu sebagai tersangka. KPK menduga Remigo menerima suap dari beberapa proyek yang ada di Kabupaten Pakpak Bharat.

    Untuk sementara ini, KPK telah menyita uang Rp 550 juta dari kontraktor yang diduga akan diberikan kepada Remigo. KPK menduga uang itu digunakan untuk kepentingan pribadi Remigo.

    Simak: Polda Sumut Hentikan Penyidikan Kasus Istri Bupati Pakpak Bharat

    Bupati Pakpak Bharat ini diduga menginstruksikan kepada para Kepala Dinas untuk mengamankan semua pengadaan proyek. Remiggo juga diduga menerima pemberian-pemberian lainnya terkait proyek di Pemerintah Kabupaten Pakpak Bharat melalui para perantara dan orang dekatnya yang bertugas untuk mengumpulkan dana.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Sulli dan Artis SM Entertaintment yang juga Tewas Bunuh Diri

    Sulli, yang bernama asli Choi Jin-ri ditemukan tewas oleh managernya pada 14 Oktober 2019. Ada bintang SM lainnya yang juga meninggal bunuh diri.