IJTI Sebut Pembentukan Majelis Penyelamat Klaim Sepihak

Reporter:
Editor:

Syailendra Persada

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi wartawan televisi. shutterstock.com

    Ilustrasi wartawan televisi. shutterstock.com

    TEMPO.CO, Jakarta - Pengurus Pusat Ikatan Jurnalis Televisi Indonesia (IJTI) menegaskan pemberitaan yang menyatakan pembentukan Majelis Penyelamatan IJTI (MPI) hanya klaim sepihak dari salah seorang mantan pengurus organisasi tersebut. Ketua Dewan Pertimbangan IJTI Imam Wahyudi mengatakan seluruh anggota dan pengurus IJTI baik di tingkat pusat maupun daerah tetep solid mengawal organisasi.

    Baca: IJTI Jakarta Raya Bantah Dukung Munaslub

    "Pembentukan Majelis Penyelamat Organisasi MPI adalah klaim sepihak dari seorang mantan jurnalis televisi yang dulu pernah menjadi pengurus di awal-awal berdirinya IJTI," kata Imam Wahyudi melalui siaran tertulis, Sabtu, 17 November 2018. "Seluruh pengurus IJTI di daerah maupun pusat menolak klaim pembentukan MPI serta wacana Kongres Luar Biasa yang digagas oleh mantan jurnalis televisi tersebut."

    Sebelumnya, Koordinator MPI Syaefurrahman Al-Banjary mengatakan pembentukan majelis penyelamat organisasi merupakan kelanjutan dari laporan polisi yang atas dugaan penyebaran fitnah dan penggelapan keuangan organisasi oleh Ketua Umum IJTI Yadi Hendriana.

    "Majelis dibentuk untuk menegakkan marwah IJTI, karena selama ini dinilai sudah menyimpang dari tujuan dasar, antara lain dalam mewujudkan korps Jurnalis Televisi Indonesia yang profesional, mandiri, dan mempunyai kesetiakawanan profesi," ujar Syaefurrahman dalam keterangan tertulis yang diterima Tempo, Jumat, 16 November 2018.

    Imam Wahyudi mengatakan tuduhan adanya penyalahgunaan keuangan organisasi kepada Ketua Umum IJTI adalah fitnah yang keji. Menurut dia, laporan keuangan laporan keuangan telah diaudit secara internal serta dilaporkan dalam kongres ke V pada Januari 2017 lalu. Kongres itu dihadiri oleh 470 peserta. Seluruh peserta Kongres sepakat dan menerima laporan pertangungjawaban keuangan Pengurus IJTI periode 2012-2016. Hasil Kongres serta laporan keuangan juga sudah dipublish di website : http://www.ijti.org/Download.php.

    Selain itu, Imam Wahyudi mengatakan IJTI Pusat tidak pernah menjegal pemberian bantuan kemanusian bagi jurnalis korban gempa di Palu. Menurut dia, pengurus IJTI hanya mengklarifikasi pertanyaan sponsor dan beberapa pihak terkait pengajuan proposal permintaan sponsorship oleh oknum yang mengatasnamakan IJTI dan tanpa sepengetahuan pengurus.

    Baca: Konflik Intern, Jurnalis Televisi Bentuk Majelis Penyelamat IJTI

    Imam Wahyudi menuturkan sebagai organisasi profesi jurnalis, IJTI mendukung dan sangat mengapresiasi jurnalis yang tetap menjalankan tugasnya sekalipun tengah mengalami musibah. IJTI tidak hanya memberikan dukungan moril tetapi juga materiil.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Wajah Anggota Kabinet Indonesia Maju yang Disusun Jokowi - Ma'ruf

    Presiden Joko Widodo mengumumkan para pembantunya. Jokowi menyebut kabinet yang dibentuknya dengan nama Kabinet Indonesia Maju.