Sandiaga Langkahi Makam, Yenny Wahid: Pemimpin Jaga Etika

Reporter:
Editor:

Syailendra Persada

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Calon Wakil Presiden, Sandiaga Uno saat berziarah di makam Ali Al Habsyi di Jalan Kembang Raya, Kwitang, Jakarta Pusat, Kamis 15 November 2018. Tempo/ Fikri Arigi.

    Calon Wakil Presiden, Sandiaga Uno saat berziarah di makam Ali Al Habsyi di Jalan Kembang Raya, Kwitang, Jakarta Pusat, Kamis 15 November 2018. Tempo/ Fikri Arigi.

    TEMPO.CO, Jakarta - Putri kedua Abdurrahman Wahid atau Gus Dur, Zannuba Ariffah Chafsoh Rahman Wahid, terkejut membaca berita Calon Wakil Presiden Sandiaga Uno melangkahi makam pendiri Nahdlatul Ulama K.H. Bisri Syansuri pada Oktober lalu. "Wah, itu makam embah buyut saya," kaya Yenny Wahid, sapaan akrabnya, saat ditemui di Jokowi Center, Jakarta, Sabtu, 17 November 2018.

    Simak: Tim Prabowo Menilai Video Sandiaga Langkahi Makam Dikapitalisasi

    Yenny mengatakan dalam beberapa bulan terakhir ini banyak ketinggalan isu seputar politik di Indonesia. Sebab, ia sedang konsentrasi mengikuti acara forum internasional mengenai Hak Asasi Manusia di Prancis.

    Namun, Yenny mengatakan meski banyak ketinggalan isu politik yang sedang ramai di Indonesia, dia tetap memperoleh kabar soal Sandiaga yang diprotes ketika berziarah di makam K.H. Bisri Syansuri.

    Yenny Wahid mengatakan seharusnya semua calon pemimpin bijaksana memandang kultur Indonesia. Budaya menghargai sesepuh, kata dia, adalah salah satunya. Yenny Wahid mengatakan budaya sopan, misalnya, bukan hanya ditujukan untuk orang yang masih hidup, tapi juga sudah meninggal.

    Yenny juga ingin para pemimpin memiliki sensitivitas terhadap hal-hal kecil yang berhubungan dengan tata krama serta etika. Apalagi yang berhubungan dengan persoalan sakral seperti ziarah. "Ini bukan perkara embah buyut saya, tapi semua semua makam ya harus dijaga kesakralannya," katanya. Menjaga sakralitas, kata dia, sama artinya dengan menunjukkan penghormatan terhadap budaya.

    Baca: Sandiaga Minta Maaf Soal Makam, Ma'ruf Amin: Terserah Masyarakat

    Sebelumnya, Sandiaga telah melayangkan minta maaf atas perilakunya itu. Sandiaga berdalih hanya mengikuti juru kunci makam. "Saya minta maaf atas kejadian yang sekarang menjadi kontroversi," kata Sandiaga melalui sebuah rekaman audio yang dikirimkan kepada Tempo pada Selasa siang, 13 November 2018.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Demo Revisi UU KPK Berujung Rusuh, Ada 1.365 Orang Ditangkap

    Demonstrasi di DPR soal Revisi UU KPK pada September 2019 dilakukan mahasiswa, buruh, dan pelajar. Dari 1.365 orang yang ditangkapi, 179 ditahan.