Bareskrim Polri Gagalkan Penyelundupan Narkoba dari Malaysia

Reporter:
Editor:

Endri Kurniawati

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi ekstasi. Flash90

    Ilustrasi ekstasi. Flash90

    TEMPO.CO, Jakarta - Direktorat Tindak Pidana Narkoba Badan Reserse Kriminal Polri mengagalkan penyelundupan 6.731 narkotika jenis ekstasi asal Malaysia ke Indonesia melalui Bandar Udara Internasional Soekarno Hatta, Cengkareng, Banten. Polisi menangkap empat tersangka. Dua di antaranya warga negara Malaysia.

    Keempat tersangka itu adalah WN Malaysia Nurasyqin binti AB dan Nurul Nadia binti Mohd Noor. “Lalu Chin Sin dan Yu Seng, warga negara Indonesia," ujar Direktur Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri Brigadir Jenderal Eko Daniyanto melalui keterangan tertulis pada Jumat malam, 16 November 2018.

    Baca: Selama September 2018, Polres Tangsel Ungkap ...

    Eko menuturkan dari analisa data, salah satu target akan berangkat ke Indonesia pada 10 November 2018 dengan maskapai penerbangan Air Asia. Dari hasil temuan itu, tim dari Satuan Reserse Narkoba Polresta Bandara Soetta dan Bea Cukai memantau Kedatangan Terminal 3.

    Setelah pesanan yang dimaksud mendarat, salah satu penumpang bernama Nurasyqin yang sesuai dengan target pengejaran ditangkap dan diperiksa. Nurasyqin mengaku membawa ekstasi ke Indonesia. “Tapi barang itu sudah dibawa Nurul Nadia, ke Hotel Menara Peninsula, Jakarta Barat," kata Eko.

    Baca: Lagi, Polisi Tangkap Warga Korea Petinggi ...

    Setelah mendapat informasi itu, kata Eko, timnya bergegas menuju Hotel Menara Peninsula dan menangkap Nurul Nadia. Polisi menyita tiga plastik klip yang berisi total 1.879 butir ekstasi.

    Dari hasil interogasi lanjutan, Nurasyqin menuturkan narkoba itu akan diserahkan kepada Chin Sin dan Yu Seng. Dari pemeriksaan itu, polisi mendapatkan tambahan 4.000 butir ekstasi lagi.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Demo Revisi UU KPK Berujung Rusuh, Ada 1.365 Orang Ditangkap

    Demonstrasi di DPR soal Revisi UU KPK pada September 2019 dilakukan mahasiswa, buruh, dan pelajar. Dari 1.365 orang yang ditangkapi, 179 ditahan.