Kubu Prabowo Jadikan Sindiran Megawati Bahan Evaluasi

Reporter:
Editor:

Syailendra Persada

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Presiden ke-5 Republik Indonesia Megawati Soekarnoputri menerima gelar Doktor Kehormatan (Honoris Causa) dalam Diplomasi Ekonomi dari Fujian Normal University (FNU), Fuzhou, Cina pada hari ini, Senin, 5 November 2018. ISTIMEWA

    Presiden ke-5 Republik Indonesia Megawati Soekarnoputri menerima gelar Doktor Kehormatan (Honoris Causa) dalam Diplomasi Ekonomi dari Fujian Normal University (FNU), Fuzhou, Cina pada hari ini, Senin, 5 November 2018. ISTIMEWA

    TEMPO.CO, Jakarta - Wakil Ketua Umum Partai Gerindra Sufmi Dasco Ahmad mengatakan heran dengan pernyataan Ketua Umum Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Megawati Soekarnoputri ketika memberikan pembekalan calon legislatif partai berlambang banteng itu. Dalam pidatonya, Megawati mengatakan kasihan dengan Prabowo "yang dikelilingi orang-orang seperti itu".

    Baca: Megawati: Kasihan Prabowo, Kenapa Orang di Lingkungannya Begitu?

    Dasco mengatakan tidak tahu objek 'orang-orang di sekitar Prabowo' yang dimaksud Megawati dalam pidato tersebut. "Saya belum mudeng yang dimaksud itu siapa oleh Bu Mega. Tapi sih yang pasti bukan saya," kata Dasco kepada Tempo pada Jumat, 16 November 2018.

    Megawati, dalam sambutan pembukaan sekolah calon anggota legislatif angkatan III di kantor DPP PDI Perjuangan, Jakarta, Kamis, 16 November 2018, menyebut maraknya orang yang menghujat dan mengkritik tanpa dasar. Ia mengisyaratkan orang-orang itu di antaranya ada di sekitar Prabowo. "Kan kasihan dia (Prabowo). Kalau saya bilang kasihan beliau kenapa orang di lingkungannya seperti itu?" kata Megawati kala itu.

    Dalam konteks ujaran kasar yang dimaksud Megawati, Dasco mengatakan tim Badan Pemenangan Nasional Prabowo Subianto-Sandiaga Uno telah mengontrol anggotanya. BPN, kata dia, sudah memastikan tim untuk tidak melayangkan pernyataan menjelek-jelakkan pihak lain.

    Hal itu juga telah menjadi imbauan Prabowo sebelum masa kampanye berlangsung. Menurut Dasco, Prabowo mewanti-wanti timnya untuk tidak menyampaikan pidato dengan nada konotatif. Meski demikian, Dasco mengaku mempertimbangkan pidato Megawati. Menurut dia, sentilan Megawati akan menjadi bahan evaluasi untuk Badan Pemenangan Nasional. Namun, ia meminta evaluasi itu tak cuma dilakukan oleh kubu Prabowo.

    Simak: Megawati Sindir Prabowo - Sandiaga Kampanye Ala Donald Trump

    Dasco mengatakan hal yang sama harus dilakukan kubu Joko Widodo-Ma'ruf Amin. "Tim Kampanye Nasional Jokowi - Ma'ruf jangan langsung menghajar-hajar Pak Prabowo Ini mesti ditertibkan," kata Dasco. Ia mengatakan pidato Megawati akan menjadi efektif bila sama-sama dilaksanakan oleh kedua kubu.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Palapa Ring Akan Rampung Setelah 14 Tahun

    Dicetuskan pada 2005, pembangunan serat optik Palapa Ring baru dimulai pada 2016.