Megawati Sindir Prabowo - Sandiaga Kampanye Ala Donald Trump

Reporter:
Editor:

Syailendra Persada

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Presiden ke-5 Republik Indonesia Megawati Soekarnoputri menghadiri acara 25 tahun Purna Paskibraka Indonesia Jakarta Pusat, Sabtu, 10 November 2018. Dalam acara ini Megawati juga menerima penghargaan sebagai orang yang berkontribusi dalam perkembangan paskibra Indonesia. Tempo/Syafiul Hadi

    Presiden ke-5 Republik Indonesia Megawati Soekarnoputri menghadiri acara 25 tahun Purna Paskibraka Indonesia Jakarta Pusat, Sabtu, 10 November 2018. Dalam acara ini Megawati juga menerima penghargaan sebagai orang yang berkontribusi dalam perkembangan paskibra Indonesia. Tempo/Syafiul Hadi

    TEMPO.CO, Jakarta - Ketua Umum Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Megawati Soekarnoputri menyindir pasangan calon presiden dan calon wakil presiden Prabowo Subianto dan Sandiaga Uno berkampanye seperti gaya Presiden Amerika Serikat Donald Trump.

    Baca: Megawati Tak Punya Handphone, Begini Alasannya

    Menurut Megawati, Prabowo - Sandiaga berkampanye tanpa menunjukkan program. Melainkan hanya memanfaatkan emosional masyarakat untuk membentuk opini. Ia menuding pasangan ini lebih memilih opini ketimbang fakta yang objektif. Megawati menyebut kampanye ini dengan istilah Post-truth.

    "Kenapa di pihak sana tidak mengatakan program juga, program saya ini. Saya belum pernah denger apa yang akan dilakukan, mau menjalankan program seperti apa saya tidak tahu," kata Megawati dalam acara pembukaan sekolah calon anggota legislatif angkatan III di kantor DPP PDI Perjuangan, Jalan Diponegoro, Jakarta pada Kamis, 15 November 2018.

    Menurut Megawati, cara-cara tersebut tidak cocok dengan kultur politik masyarakat Indonesia. Megawati mengatakan Amerika berubah drastis secara politik, sejak dipimpin Donald Trump. "Padahal baru dua tahun. Kenapa? Pemimpin di mana pun sekarang tidak bisa menyentuh hati nurani rakyatnya," ujar Megawati.

    Menurut Megawati, gaya-gaya kampanye Prabowo - Sandiaga ala Donald Trump tersebut harus dihentikan. "Apa mau begitu terus? Rakyat dibohongi terus, tidak diberi pelajaran bermanfaat, yang mestinya tahu berdemokrasi, bahwa pilihan terserah, tapi yang benar jangan asal ikut-ikutan lalu membawa. Kalau di Indonesia, maka yang harus dilakukan adalah sesuai dengan keindonesiaan kita," kata Megawati.

    Simak juga: Megawati: Kasihan Prabowo, Kenapa Orang di Lingkungannya Begitu?

    Prabowo - Sandiaga dalam beberapa kesempatan sebenarnya sudah mewacanakan program mereka. Sandiaga, misalnya, ketika blusukan ke pasar kerap mengatakan bahwa pasangan ini ingin membuka lapangan pekerjaan sebanyak-banyaknya. Dalam kesempatan lain, Sandiaga bahkan mengajak generasi muda untuk menjadi motor ekonomi dengan wirausaha.

    Simak berita seputar Megawati di Tempo.co


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Demo Revisi UU KPK Berujung Rusuh, Ada 1.365 Orang Ditangkap

    Demonstrasi di DPR soal Revisi UU KPK pada September 2019 dilakukan mahasiswa, buruh, dan pelajar. Dari 1.365 orang yang ditangkapi, 179 ditahan.