Replika Ayam Diberi Nama Owi dan Owo, Sandiaga: Biar Berpelukan

Reporter:
Editor:

Juli Hantoro

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Calon wakil presiden nomor urut 02, Sandiaga Uno  di Saung Kahuripan Jalan MR Kusumaatmaja Purwakarta, Rabu, 14 November 2018. Foto: Istimewa

    Calon wakil presiden nomor urut 02, Sandiaga Uno di Saung Kahuripan Jalan MR Kusumaatmaja Purwakarta, Rabu, 14 November 2018. Foto: Istimewa

    TEMPO.CO, Jakarta - Calon Wakil Presiden Sandiaga Uno, menyempatkan membeli dua replika ayam jago saat berkunjung ke Purwakarta, Jawa Barat hari ini. Sandiaga lantas memberi nama keduanya Owi dan Owo.

    Baca juga: Jaga Kemenangan di Jawa Barat, Kubu Prabowo Turunkan Sandiaga

    “Saya beri nama ayam-ayaman jago ini Owi dan Owo. Tapi ini bukan buat untuk diadu, tapi saling berpelukan,” kata Sandiaga sembari memainkan replika ayam jagonya itu.

    Sandiaga membeli mainan ayam jago ini di lapak milik Usaha Mikro, Kecil, Menengah atau UMKM setelah menjadi pembicara dalam acara Milenial Calon Pemimpin Bangsa di Saung Kahuripan, Jalan MR Kusumaatmaja, Purwakarta, Jawa Barat, Rabu 14 November 2018.

    Pada acara ini Sandiaga berpesan agar tidak terbawa perasaan dalam pemilihan presiden 2019 nanti. Ia mengatakan masyarakat Indonesia harus bersatu, dan tidak saling menjelekkan. “Pilpres seharusnya menyejukkan, bukan memecah belah. Ekonomi harus menjadi fokus, karena milenial ini yang akan mewarnai jatuh bangunnya perekonomian Indonesia,” kata dia.

    Sandiaga pun membahas soal bonus demografi Indonesia, ia optimistis Indonesia dapat menjadi kekuatan ekonomi baru Dunia pada tahun 2030. Sandiaga mengklaim atas alasan inilah dirinya memberikan porsi besar membangun ekonomi nasional bagi millenial.

    Baca juga: Gerindra Wakafkan Sandiaga untuk Partai Koalisi Prabowo

    Bukan tanpa risiko, Sandiaga mengatakan, bila salah mengurus dengan bonus demografi, Indonesia bisa-bisa hanya jadi target pasar yang menguntungkan negara lain. Untuk itu milenial perlu disiapkan untuk menghadapi persaingan. “Ciptakan lapangan kerja, bukan sebaliknya,” ucap mantan Gubernur DKI Jakarta ini.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Calon Menteri yang Disodorkan Partai dan Ormas, Ada Nama Prabowo

    Presiden Joko Widodo menyatakan bahwa sebanyak 45 persen jejeran kursi calon menteri bakal diisi kader partai.