LSI Denny JA Ungkap Alasan Abdul Somad Paling Didengar Pemilih

Reporter:
Editor:

Amirullah

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Peneliti Lingkaran Survei Indonesia (LSI) Dennya JA, Ikrama M (kanan), dan moderator Rully Akbar (kiri), menjelaskan hasil survei terbaru mereka bertajuk Ulama dan Efek Elektoralnya di gedung LSI, Pulogadung, Jakarta Timur, Rabu, 14 Oktober 2018. TEMPO/Francisca Christy Rosana

    Peneliti Lingkaran Survei Indonesia (LSI) Dennya JA, Ikrama M (kanan), dan moderator Rully Akbar (kiri), menjelaskan hasil survei terbaru mereka bertajuk Ulama dan Efek Elektoralnya di gedung LSI, Pulogadung, Jakarta Timur, Rabu, 14 Oktober 2018. TEMPO/Francisca Christy Rosana

    TEMPO.CO, Jakarta - Lingkaran Survei Indonesia (LSI) Denny JA, dalam sigi terbaru mereka, menyatakan Ustad Abdul Somad merupakan tokoh agama yang imbauannya paling didengar oleh pemilih.

    Baca: LSI Denny JA: Imbauan Ustad Abdul Somad Paling Didengar Pemilih

    "Elektoral yang tercatat mendengarkan ujaran-ujaran Abdul Somad mencapai 30,2 persen," kata Peneliti LSI Denny JA, Ikrama M, dalam konferensi pers bertajuk Ulama dan Elektoralnya di gedung LSI, Pulogadung, Jakarta Timur, pada Rabu, 14 Oktober 2018.

    Suara masyarakat yang mengikuti imbauan Abdul Somad ini berhasil mengungguli empat ulama populer lainnya. Di antaranya Arifin Ilham, Yusuf Mansur, Abdullah Gymnastiar, dan Rizieq Shihab.

    Menurut Ikrama, Abdul Somad didengarkan karena konten-konten dakwahnya. Selain itu, popularitasnya melonjak lantaran ia pernah diajukan oleh kelompok ulama Gerakan Nasional Pengawal Fatwa (GNPF) sebagai calon wakil presiden mendampingi Prabowo Subianto saat Ijtima Ulama pertama. "Ada memori itu yang mungkin dilihat publik sebagai afiliasi politik," kata Ikrama.

    Baca: LSI Denny JA: 50 Persen Pemilih Dengarkan Imbauan Ulama

    Meski level kepercayaan masyarakat terhadap ujaran ustad yang kondang dengan dakwah di media sosial itu tinggi, Abdul Somad bukan ulama paling disukai. Pemilik nama lengkap Abdul Somad Batubara ini kalah dari dua ulama lainnya, yakni Yusuf Mansur dan Arifin Ilham.

    Tingkat kesukaan masyarakat terhadap Yusuf Mansur ialah 84,9 persen. Sedangkan Arifin Ilham 84,4 persen. Adapun yang menyukai Abdul Somad berselisih 2 persen dari dua ustaz sebelumnya, yakni 82,5 persen.

    Survei terhadap ulama itu dilakukan pada 10-19 Oktober 2018. Peneliti melibatkan 1.200 responden yang dipilih secara acak di seluruh Indonesia. Metode survei tersebut menggunakan teknik wawancara tatap muka dan kuesioner. LSI mengklaim margin of error dari penelitian mereka 2,8 persen.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Hal Penting di Rengasdengklok Sebelum Proklamasi 17 Agustus 1945

    Satu hari sebelum teks Proklamasi dibacakan, ada peristiwa penting dalam sejarah Indonesia. Kejadian itu dikenal sebagai Peristiwa Rengasdengklok.