JK Minta Rumah Permanen Korban Bencana Palu Dibangun Januari 2019

Reporter:
Editor:

Ninis Chairunnisa

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Wakil Presiden Jusuf Kalla bersama Sekjen PBB Antonio Guterres meninjau lokasi terdampak gempa dan tsunami Palu di Bandara Mutiara SIS Al Jufri, Palu, Sulawesi Tengah, Jumat, 12 Oktober 2018. REUTERS/Jorge Silva

    Wakil Presiden Jusuf Kalla bersama Sekjen PBB Antonio Guterres meninjau lokasi terdampak gempa dan tsunami Palu di Bandara Mutiara SIS Al Jufri, Palu, Sulawesi Tengah, Jumat, 12 Oktober 2018. REUTERS/Jorge Silva

    TEMPO.CO, Jakarta - Wakil Presiden Jusuf Kalla atau JK mengatakan pemerintah akan mulai membangun rumah permanen untuk korban bencana gempa dan tsunami di Palu, Sulawesi Tengah dan sekitarnya mulai Januari 2019.

    "Mulai Januari harus kita bangun. Saya minta pokoknya Januari mulai untuk pembangunannya, untuk tahun anggaran depan," kata JK di Kantor Wakil Presiden, Jakarta, Selasa, 13 November 2018.

    Baca: JK: Hunian Sementara Korban Gempa Palu Selesai Bulan Depan

    Saat ini, JK mengatakan pemerintah sedang mengevaluasi secara keseluruhan mengenai daerah-daerah yang termasuk zona merah atau rawan bencana. Daerah merah tersebut, kata JK, tidak boleh ada bangunan. Maka, korban bencana yang semula tinggal di daerah merah akan direlokasi.

    Setelah dievaluasi, JK mengatakan pemerintah baru bisa menentukan anggarannya. "Kami belum bisa menentukan sebelum kami tahu betul berapa rumah yang berada di daerah merah, yang tidak bisa dihuni. Berapa rumah yang rusak yang dapat diperbaiki, rusak berat. Ini dia punya data-datanya masih agak berbeda-beda," kata dia.

    Baca: Penataan Wilayah Relokasi Korban Gempa Palu Dimulai Tahun Depan

    Menurut JK, anggaran pembangunan rumah permanen korban bencana Sulawesi Tengah akan menggunakan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2019. Pemerintah, kata dia, sudah menyiapkan dana sebesar Rp 5 triliun untuk Sulawesi Tengah dan Lombok, Nusa Tenggara Barat.

    Jika ada kekurangan, JK mengatakan pemerintah akan mengambil dana siap pakai yang tersedia, seperti pinjaman dari World Bank. "Nanti kita hitung keseluruhan berapa, dibutuhkan di Lombok berapa, dibutuhkan tambahan di Palu. Kemudian itu kita gabung berapa total semua, berapa sanggupnya APBN yang ada berapa ditambahkan loan dari luar," ujarnya.

    Baca: Penjelasan BMKG Palu soal Sulteng Rawan Gempa dan Tsunami


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Tips Menghadapi Bisa Ular dengan Menggunakan SABU

    Untuk mengatasi bisa ular, dokter Tri Maharani memaparkan bahwa bisa ular adalah protein yang hanya bisa ditawar dengan SABU polivalen.