Video Viral Guru Dikeroyok Siswa, Mendikbud: Guru Jaga Wibawa

Reporter:
Editor:

Syailendra Persada

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Muhadjir Effendy, melihat daftar peserta ujian saat meninjau pelaksanaan Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) di SMKN 29 Jakarta, 2 April 2018. TEMPO/TOpan Rengganis

    Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Muhadjir Effendy, melihat daftar peserta ujian saat meninjau pelaksanaan Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) di SMKN 29 Jakarta, 2 April 2018. TEMPO/TOpan Rengganis

    TEMPO.CO, Jakarta - Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Muhadjir Effendy meminta para guru untuk menjaga wibawa. "Guru harus menjaga wibawa," kata Muhadjir di kantornya pada Selasa, 13 November 2018, menanggapi video viral guru dikeroyok siswa di Sekolah Menengah Kejuruan NU 3 Kaliwungu Kendal, Jawa Tengah.

    Baca: Kata Mendikbud Soal Video Viral Guyonan Guru Dikeroyok Siswa

    Muhadjir mengatakan, penting bagi seorang guru untuk menjaga wibawa agar bisa menjadi teladan dan panutan bagi siswa. Menurut Menteri Pendidikan, seorang guru juga harus bisa menjaga hubungan dengan siswanya agar bisa memposisikan diri kapan waktunya bercanda dan kapan waktunya serius.

    Ia mengingatkan, dalam konteks bercanda harus ada batasan. "Bagaimanapun hubungan guru dan siswa harus dijaga dengan baik, kalau ada candaan pun ada batasannya, jangan sampai kebablasan," katanya. Selain itu, kata Muhajir, guru juga harus memperlihatkan otoritasnya di dalam kelas sebagai sosok yang dipatuhi oleh siswanya.

    Sebelumnya, video viral guyonan guru dikeroyok siswa berdurasi 25 detik menyebar di media sosial. Dalam video itu memperlihatkan aksi sejumlah siswa mengeroyok guru. Para siswa mengelilingi seorang guru yang diketahui bernama Joko Susilo, pengampu mata pelajaran Gambar Teknik Otomotif.

    Secara tiba-tiba satu per satu siswa mendorong guru tersebut dengan badannya dan sikunya, namun tindakan tersebut mampu ditangkis oleh Joko. Suasana pun kian larut saat suara murid mentertawakan tindakan tersebut berderu-deru dalam video itu.

    Salah satu murid pun melayangkan suatu pukulan ke gurunya. Namun sang guru berhasil menangkis pukulan itu. Guru itu pun mulai reaktif dan melindungi diri dengan menyepak para murid. Terlihat beberapa kali ia menyepak sehingga sepatu sebelah kanan copot. Tak lama setelah itu, para siswa menjauh dari gurunya. Sang guru lantas beranjak ke mejanya.

    Pihak Sekolah Menengah Kejuruan NU 3 Kaliwungu telah menegaskan jika video viral
    guru dikeroyok siswa itu hanya guyonan atau candaan. Kejadian itu berlangsung di jam pelajaran.

    Kepala Sekolah NU 03 Kaliwungu, Muhaidin, dalam keteranganya kepada Komisioner Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI), menyebukan bahwa aksi yang terekam dalam video tersebut bukan tindakan pengeroyokan, namun hanya goyunan.

    Baca juga: Video Guru Pukul Murid, KPAI: Kejiwaan Pelaku Perlu Diperiksa

    Hal yang sama juga disampaikan oleh guru yang ada dalam video viral tersebut. Menurut guru itu, kejadian yang ada di dalam video itu bukan pengeroyokan. Pihak sekolah dan guru menilai guyonan atau candaan sejumlah siswa terhadap gurunya itu merupakan perbuatan yang kelewat batas kesopanan atau etika sosial.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.