Jokowi Pernah Ibaratkan Dirinya Jadi Tokoh Marvel Rekaan Stan Lee

Reporter:
Editor:

Syailendra Persada

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Kreator Marvel Comics, Stan Lee menunjukkan telapak tangan yang berlumuran semen saat peresmian di halaman depan TCL Chinese theatre, Los Angeles, California, 18 Juli 2017. Ia merupakan kreator di balik komik Superhero seperti Avengers, X-Men, Spider-Man, Fantastic Four dan Hulk. REUTERS/Mario Anzuon

    Kreator Marvel Comics, Stan Lee menunjukkan telapak tangan yang berlumuran semen saat peresmian di halaman depan TCL Chinese theatre, Los Angeles, California, 18 Juli 2017. Ia merupakan kreator di balik komik Superhero seperti Avengers, X-Men, Spider-Man, Fantastic Four dan Hulk. REUTERS/Mario Anzuon

    TEMPO.CO, Jakarta - Presiden Joko Widodo atau Jokowi pernah menyebut dirinya sebagai anggota tim "Avengers" dalam kondisi perekonomian dunia yang saat ini ia anggap menuju "perang yang tak terbatas" atau infinity war. Avengers adalah sekelompok superhero dalam dunia komik Marvel yang digawangi oleh Stan Lee. Sedangkan Infinity War merupakan salah satu bagian cerita dalam dunia Marvel.

    Baca: Hadapi Perang Dagang, Jokowi Sebut Dirinya Avengers

    Mengambil cerita Avengers: Infinity War, Jokowi mengatakan ia dan superhero lain siap mencegah Thanos, tokoh jahat dalam film tersebut, menjalankan rencananya mengusik bumi. Dalam cerita Avengers: Infinity War, Thanos berencana memusnahkan setengah populasi bumi.

    "Thanos ingin memusnahkan setengah populasi karena ia percaya sumber daya planet bumi terbatas," kata Jokowi saat menyampaikan pidatonya dalam World Economic Forum on ASEAN di National Convention Center, Hanoi, 12 September 2018, seperti dikutip dari siaran pers Sekretariat Presiden.

    Yang berbeda dari kisah itu, kata Jokowi, sumber daya manusia (SDM) tidak terbatas. Perkembangan teknologi, misalnya, telah menghasilkan peningkatan efisiensi dan memberikan kemampuan untuk memperbanyak sumber daya dari sebelumnya.

    "Penelitian ilmiah membuktikan ekonomi kita sekarang lebih ringan dalam hal berat fisik dan volume fisik. Dalam 12 tahun terakhir, total berat dan volume televisi, kamera, pemutar music, buku, surat kabar, dan majalah telah tergantikan oleh ringannya ponsel pintar dan tablet," kata dia.

    Simak kelanjutannya: Bagaimana Jokowi mengandaikan dirinya Avengers


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.