KPAI Sebut Ada Dua Faktor Penyebab Siswa di Kendal Bully Guru

Reporter:
Editor:

Amirullah

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) meminta klairifikasi kepada panitia forum Untukmu Indonesia terkait meninggalnya dua anak di Monas pada Sabtu, 28 April 2018.

    Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) meminta klairifikasi kepada panitia forum Untukmu Indonesia terkait meninggalnya dua anak di Monas pada Sabtu, 28 April 2018.

    TEMPO.CO, Jakarta - Komisioner Komisi Perlindungan Anak Indonesia atau KPAI Retno Listyarti mengatakan ada dua faktor yang menyebabkan kejadian murid melakukan kekerasan terhadap guru di Kendal, Jawa Tengah. Ia mengatakan faktor pertama disebabkan karakter siswa yang kurang terbina dengan baik di rumah maupun sekolah.

    Baca: KPAI Sebut Faktor Ini Mendorong Remaja Mabuk Pembalut Wanita

    “Sehingga menyebabkan perilaku siswa kurang sopan,” kata Retno dalam keterangan tertulis yang diterima Tempo, Senin, 12 November 2018.

    Faktor kedua, kata dia, rendahnya kompetensi paedagogik guru. “Terutama dalam penguasaan di kelas serta dalam menciptakan suasana belajar yang kreatif, menyenangkan dan menantang kreativitas serta minat siswa,” tutur dia.

    Sebelumnya, video murid yang terlihat melakukan kekerasan kepada gurunya viral di media sosial. Dalam video itu terlihat siswa terlihat mendorong dan menendang guru tersebut. Namun, belakangan diketahui bahwa video tersebut hanyalah guyonan semata.

    Baca: KPAI: Remaja Mabuk Pembalut Wanita Makin Mengkhawatirkan

    Pihak sekolah dan guru yang bersangkutan menjelaskan video viral tersebut hanyalah guyonan, bukan kekerasan atau pengeroyokan. “Namun  pihak sekolah mengakui bahwa guyonan atau candaan sejumlah siswa  terhadap gurunya merupakan tindakan atau perbuatan yang kelewat batas kesopanan atau etika sosial,” ujar dia.

    Retno mengatakan pihaknya telah melakukan koordinasi intensif dengan Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Tengah Gatot Bambang Hastowo terkait kasus dugaan pengeroyokan siswa terhadap guru tersebut. Retno menjelaskan KPAI akan melakukan koordinasi dengan Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak atau P2TP2A melakukan pendampingan secara psikologis kepada siswa yang terlibat dalam video tersebut.

    “Kami mendorong Pemerintah Provinsi Jawa Tengah untuk rapat koordinasi dengan sejumlah organisasi perangkat daerah (OPD) terkait, termasuk P2TP2A untuk sosialisasi stop bullying untuk seluruh siswa dan upaya rehabilitasi psikologis terhadap para siswa pelaku,” kata dia.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.