Ahmad Dhani 2 Kali Batal Serahkan Barang Bukti

Reporter:
Editor:

Juli Hantoro

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Terdakwa kasus ujaran kebencian Ahmad Dhani bersama anaknya, Dul Jaelani, dan kuasa hukumnya, Ali Lubis (kiri) dan Hendarsam Marantoko (kanan) di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Senin, 5 November 2018. Tempo/Adam Prireza

    Terdakwa kasus ujaran kebencian Ahmad Dhani bersama anaknya, Dul Jaelani, dan kuasa hukumnya, Ali Lubis (kiri) dan Hendarsam Marantoko (kanan) di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Senin, 5 November 2018. Tempo/Adam Prireza

    TEMPO.CO, Jakarta - Kasubdit V Cyber Crime Ditreskrimsus Polda Jawa Timur AKBP Harissandi mengatakan politikus Partai Gerindra Ahmad Dhani Prasetyo telah dua kali membatalkan janjinya untuk menyerahkan barang bukti kasus pencemaran nama baik kepada pihak kepolisian.

    Baca juga: Adik Ahok Buat Pernyataan Mengejutkan tentang Ahmad Dhani

    "Kemarin rencananya. AD sudah janji dua kali mau menyerahkan HP-nya, tapi dengan alasan ada di Jakarta. Dari pemeriksaan pada Kamis, 25 Oktober, nah itu Selasa dia janji akan menyerahkan BB," kata Harissandi di Surabaya, Senin.

    Harissandi mengatakan Dhani menunda menyerahkan BB dengan alasan masih ingin mentransfer data-data di telepon selulernya. Namun jika sampai hari ini tak hadir, pihaknya telah siap ke Jakarta untuk menggeledah rumah Dhani.

    "Alasannya karena mau mentransfer datanya yang lain, tetapi sampai sekarang tidak diserahkan, sampai sekarang tidak ada pemberitahuan lagi. Akhirnya kita akan melakukan penggeledahan di rumahnya kalau tidak Kamis ya Jumat," ucap Harissandi.

    Ditanya kapan batas waktu untuk penyerahan barang bukti, Harissandi mengatakan hal ini seharusnya dilakukan secepatnya. Karena berkas tersangka Ahmad Dhani akan diserahkan ke Jaksa Penuntut Umum (JPU).

    "Batas waktunya segera. Karena berkasnya segera mau kita kirim. Segera mungkin, kalau tidak diserahkan BB-nya bagaimana berkasnya kita kirim ke JPU," kata Harissandi.

    Baca juga: Ahmad Dhani Mengaku Banyak Tahu Penista Agama dari Jenderal Tito

    Ahmad Dhani Prasetyo telah ditetapkan sebagai tersangka kasus pencemaran nama baik atau ujaran kebencian. Dalam kasus yang ditangani Subdit V Cyber Crime Ditreskrimsus Polda Jatim ini, Dhani telah menjalani pemeriksaan sebanyak dua kali.

    Kasus ini bermula saat Ahmad Dhani hendak menghadiri Deklarasi #2019GantiPresiden, namun dirinya dicegah sejumlah massa untuk keluar dari Hotel Majapahit. Lalu, Dhani pun mengunggah video di akun Facebooknya dan menyebut orang-orang yang mencegahnya merupakan idiot.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Hal Penting di Rengasdengklok Sebelum Proklamasi 17 Agustus 1945

    Satu hari sebelum teks Proklamasi dibacakan, ada peristiwa penting dalam sejarah Indonesia. Kejadian itu dikenal sebagai Peristiwa Rengasdengklok.