KSAD Mulyono Wisuda Purnawira 136 Pati TNI AD

Reporter:
Editor:

Ninis Chairunnisa

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Anggota TNI AD mengiuti upacara dalam hari ulang tahun TNI AD ke-72 di Landasan Udara Halim Perdana Kusuma, 9 April 2019. Tempo/Hendartyo Hanggi

    Anggota TNI AD mengiuti upacara dalam hari ulang tahun TNI AD ke-72 di Landasan Udara Halim Perdana Kusuma, 9 April 2019. Tempo/Hendartyo Hanggi

    TEMPO.CO, Jakarta - Sebanyak 136 Purnawira Pati TNI AD melaksanakan upacara wisuda hari ini, 11 November 2018, di Gedung AH. Nasution Kesatrian Akademi Militer, Magelang, Jawa Tengah. Salah satu purnawira pati TNI AD yang diwisuda adalah Jenderal Purnawirawan Gatot Nurmantyo.

    "Menyusul ada 10 Letjen TNI, 48 Mayjen TNI dan 77 Brigjen TNI," kata Kepala Penerangan Umum Akademi Militer Nurul Muntaha pada Ahad, 11 November 2018.

    Baca: KSAD Imbau Purnawirawan TNI AD Ikut Jaga Situasi Menjelang Pemilu

    Para purnawirawan ini sebelumnya sudah dinyatakan pensiun sejak Maret 2018. Kepala Staf angkatan Darat (KASAD) Jenderal TNI Mulyono menuturkan, wisuda kali ini sengaja baru dilakukan supaya lebih spesial. Sebab, bertepatan dengan momentum peringatan Hari Ulang Tahun Akmil ke-61.

    Wisuda purnawira ini, kata Mulyono, merupakan sebuah seremonial untuk memberikan penghargaan dan ungkapan rasa hormat yang setinggi-tingginya dari segenap keluarga besar TNI AD kepada perwira tinggi TNI AD atas pengabdiannya.

    "Pengabdian seorang prajurit tidak akan berhenti sebagaimana pernyataan Jenderal (Anumerta) Oerip Soemohardjo bahwa seorang prajurit bisa pensiun, namun sebagai pejuang tidak akan pernah mengalami pensiun dalam mengabdikan dirinya bagi kepentingan bangsa dan negara," kata Mulyono.

    Baca: Akmil Gelar Wisuda Gatot Nurmantyo dan Ratusan Purnawirawan TNI

    Mulyono pun berpesan kepada mereka yang sudah pensiun agar tetap memegang komitmen pengabdian terhadap bangsa dan negara.

    Selain itu, acara wisuda ini sekaligus menjadi ajang penyambutan kedatangan para purnawira yang bergabung dengan Persatuan Purnawirawan Angkatan Darat (PPAD).

    Ketua PPAD Letnan Jenderal (Purn) Kiky Syahnakri menuturkan bahwa PPAD bukan lembaga politik, tetapi lembaga yang didirikan untuk mengakomodir setiap gagasan atapun ide dari para purnawirawan Pati untuk mengisi kemerdekaan Indonesia sesuai amanat Pembukaan UUD 1945.

    "Kelak, jika ada purnawira Pati yang akan berkarier di dalam dunia politik praktis, tidak mengkhianati jati dirinya sebagai mantan Perwira Tinggi TNI AD sebagaimana yang disampaikan oleh KASAD," kata dia. Kiky berharap agar jati diri sebagai mantan tentara bakal tetap diaplikasikan oleh para purnawirawan Pati dimanapun dan kapanpun berkarir.

    Baca: KSAD: Purnawirawan Jangan Libatkan Prajurit TNI AD di Politik


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kontroversi Nike ZoomX Vaporfly yang Membantu Memecahkan Rekor

    Sejumlah atlet mengadukan Nike ZoomX Vaporfly kepada IAAF karena dianggap memberikan bantuan tak wajar kepada atlet marathon.