Jaringan Gas Kota Bikin Hemat Rumah Tangga

Oleh:
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Foto DEN III Sub 6

    Foto DEN III Sub 6

    INFO NASIONAL - Saat ini, salah kebutuhan energi rumah tangga bersumber pada gas bumi. Kebutuhan gas rumah tangga dari gas bumi yang telah diolah ke bentuk Liquified Petroleus Gas disimpan dalam tabung atau LPG tabung. Selain dalam bentuk tabung, pemenuhan kebutuhan gas dalam rumah tangga juga bisa dipasok melalui jaringan pipa gas (jargas), seperti jaringan gas kota yang banyak dilakukan di negara maju.

    Lewat sistem ini, perusahaan penyedia gas menyediakan jaringan saluran pipa gas sesuai
    standar keamanan tanpa perlu menyediakan unit pengilangan. Di sisi lain, konsumen tinggal membayar biaya penggunaan gas sesuai konsumsi yang dipakai tanpa perlu membeli tabung seperti berlangganan air bersih atau listrik. Dengan jaringan yang sistematis dan terstruktur juga akan meningkatkan efisiensi distribusi.

    Dari sisi biaya, harga gas yang dijual juga relatif lebih murah dibandingkan harga jual gas tabung. Dengan harga jual yang lebih murah, jargas untuk rumah tangga bisa mengurangi biaya operasional rumah tangga sekitar Rp 90 ribu per bulan per keluarga. Selain itu, jaringan gas kota juga lebih praktis, bersih, aman, dan tidak perlu repot isi ulang dibandingkan tabung LPG 3 kilogram.

    Dalam implementasinya, pemerintah lewat Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral
    (ESDM) terus berupaya memberikan kemudahan akses dalam pemanfaatan energi, dengan membangun jaringan gas kota. Pembangunan jargas tercantum dalam RPJMN 2015-2019 dan ditetapkan menjadi proyek strategis nasional sebagai upaya diversifikasi energi yang akan menghemat pengeluaran subsidi LPG. Penggunaan jargas diharapkan akan memberikan efisiensi dari penggunaan LPG untuk rumah tangga. Selain itu, juga berfungsi untuk mengurangi ketergantungan impor LPG sebanyak 0,7 juta ton per tahun.

    Berdasarkan data Kementerian ESDM, akumulasi jaringan gas bumi rumah pada 2014 hanya 200 ribu sambungan rumah tangga (SR). Selang setahun, jumlahnya naik menjadi 220.363 SR. Kemudian, pada 2016 melonjak menjadi 319.514 SR. Pada 2017, akumulasi jargas telah mencapai 373.190 ribu SR. Tahun ini, Kementerian ESDM menargetkan pembangunan jargas mencapai 463.646 SR. Pada tahun berjalan 2018 ini, melalui dana APBN, pemerintah telah membangun 89.906 SR dan PGN 550 SR.

    Untuk jangka panjang, target pembangunan Jargas sebesar 4,7 juta SR pada 2025 sebagaimana tercantum dalam Rencana Umum Energi Nasional (RUEN). Jumlah tersebut masih relatif kecil jika dibandingkan total rumah tangga di Indonesia. Menurut data Badan Pusat Statistik, terdapat lebih dari 65 juta rumah tangga di Indonesia. Karenanya, pemerintah akan melakukan akselerasi pembangunan jaringan gas kota dengan pola Kerja sama Pemerintah dan Badan Usaha (KPBU).

    Untuk info lebih lanjut silahkan ke www.den.go.id. (*)


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.