Peserta Parade Surabaya Gelar Doa Bersama Korban Surabaya Membara

Reporter:
Editor:

Syailendra Persada

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Tentara Sekutu melakukan patroli di basis pejuang arek-arek Suroboyo saat pecah bentrokan antara tentara pejuang dan tentara sekutu de depan Hotel Yamato, Surabaya, MInggu 9 November 2014. Aksi ini bagian dari pementasan drama kolosal Surabaya Membara yang menggambarkan pertempuran arek arek Suroboyo melawan tentara Sekutu yang kemudia di kenal sebagai Pertempuran 10 Nopember 1945. TEMPO/Fully Syafi

    Tentara Sekutu melakukan patroli di basis pejuang arek-arek Suroboyo saat pecah bentrokan antara tentara pejuang dan tentara sekutu de depan Hotel Yamato, Surabaya, MInggu 9 November 2014. Aksi ini bagian dari pementasan drama kolosal Surabaya Membara yang menggambarkan pertempuran arek arek Suroboyo melawan tentara Sekutu yang kemudia di kenal sebagai Pertempuran 10 Nopember 1945. TEMPO/Fully Syafi

    TEMPO.CO, Surabaya - Peserta Parade Surabaya menggelar doa bersama untuk korban Surabaya Membara. Parade Surabaya adalah salah satu gelaran dalam rangka memperingati Hari Pahlawan. Kegiatan parade yang menempuh rute Jalan Pahlawan hingga Taman Bungkul, Jalan Raya Darmo, diikuti sekitar sembilan ribu orang gabungan TNI, Polri, pejabat Pemerintah Kota Surabaya dan berbagai komunitas.

    Simak: Polisi Periksa Penanggung Jawab Drama Surabaya Membara

    Sutradara Parade Surabaya Juang, Hari Lento, mengatakan secara umum kegiatan rangkaian peringatan Hari Pahlawan itu berjalan lancar, Ahad, 11 November 2018. "Lancar dari awal hingga akhir, tidak ada insiden apa-apa. Penonton di sepanjang jalan yang kami lewati tertib," kata Hari, Ahad, 11 November 2018.

    Sebelum bergerak dari titik pemberangkatan di Jalan Pahlawan, semua peserta mengheningkan cipta terhadap korban-korban penonton drama kolosal Surabaya Membara, Jumat malam, 9 November 2019. Setelah itu dilanjutkan pembacaan puisi oleh sastrawan Sosiawan Leak.

    Dalam arak-arakan, sejumlah orang mempertunjukkan aksi teatrikal mengenang perang 10 Nopember 1945, di antaranya di gedung Siola dan Hotel Majapahit Jalan Tunjungan. "Wali Kota Tri Rismaharini membacakan puisi di depan Hotel Majapahit," kata Hari.

    Di titik akhir Taman Bungkul, artis Ine Febriyanti mengakhiri parade juga dengan puisi. Menurut Hari, tahun ini ia mengangkat tema perjuangan tentara pelajar Surabaya.

    "Dalam sejarah perang 10 Nopember, tentara pelajar benteng terakhir Surabaya. Mereka kekuatan terakhir yang dipukul mundur sekutu dengan susah payah di kawasan Gunungsari," kata Hari.

    Baca: Insiden Surabaya Membara, Polisi Telah Periksa 10 Orang

    Kegiatan Parade Surabaya Juang sempat dievaluasi setelah jatuh tiga korban tewas dalam pertunjukan Surabaya Membara. Mereka tertabrak kereta karena menonton dari atas viaduk. Namun Wali Kota Risma memutuskan melanjutkan acara dengan pengamanan ketat.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Wiranto Ditusuk Seseorang yang Diduga Terpapar Radikalisme ISIS

    Menkopolhukam, Wiranto ditusuk oleh orang tak dikenal yang diduga terpapar paham radikalisme ISIS. Bagaimana latar belakang pelakunya?