Curhat Megawati yang Malu Ketika Kumpul dengan Ketua Parpol Lain

Reporter:
Editor:

Syailendra Persada

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri (tengah) berfoto bersama kader PDIP saat peluncuran <i>tagline</i> dan atribut partai untuk kalangan milenial di kantor DPP PDIP, Jakarta, Kamis, 20 September 2018. ANTARA FOTO/Aprillio Akbar

    Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri (tengah) berfoto bersama kader PDIP saat peluncuran tagline dan atribut partai untuk kalangan milenial di kantor DPP PDIP, Jakarta, Kamis, 20 September 2018. ANTARA FOTO/Aprillio Akbar

    TEMPO.CO, Jakarta - Ketua Umum Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan atau PDIP Megawati Soekarnoputri bercerita mengenai masa jabatannya sebagai pemimpin partai. Sampai sekarang, Megawati heran kenapa kader partai banteng selalu memilih dia sebagai ketua umum.

    Simak: Megawati: Kain Merah di Bendera Pusaka Didapat dari Orang Jepang

    "Tak bosan-bosan orang milih saya," kata Megawati dalam pidato wawasan kebangsaan di acara Purna Paskibraka Indonesia, Balai Sarbini, Jakarta, Sabtu, 10 November 2018.

    Megawati bercerita, sempat ada orang yang bertanya bagaimana dia bisa menjadi ketua umum partai selama ini. Megawati mengatakan orang itu bertanya apakah menjadi ketua umum harus menggunakan uang agar para kader mau memilih kembali. "Ya enggak, saya tak punya uang. Ya mau jadikan saya syukur, enggak ya sudah. Kok susah amat," katanya.

    Megawati menuturkan pengalamannya menjadi ketua umum partai hingga sekarang pada umur 71 tahun sempat membuatnya malu. Hal ini, kata dia, terjadi ketika berkumpul bersama ketua umum partai-partai lain yang usianya berjarak cukup jauh darinya. "Saya malu sendiri, karena umur saya plus 17," kata dia disambut gelak tawa.

    Baca: Megawati Menerima Penghargaan dari Purna Paskibraka Indonesia

    Megawati menjadi Ketua Umum PDIP sejak tahun 1999 ketika partai ini didirikan. Dia menjabat sebagai ketua resmi pada 24 Maret 1999 saat partai banteng ini muncul. Sampai sekarang, putri Presiden Soekarno ini telah menjabat empat periode.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Obligasi Ritel Indonesia Seri 016 Ditawarkan Secara Online

    Pemerintah meluncurkan seri pertama surat utang negara yang diperdagangkan secara daring, yaitu Obligasi Ritel Indonesia seri 016 atau ORI - 016.