Hari Pahlawan, Hasto PDIP Ingatkan Insiden di Hotel Yamato

Reporter:
Editor:

Rina Widiastuti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sekretaris Jenderal PDI Perjuangan, Hasto Kristiyanto menjelaskan kedatangan Wakil Presiden Jusuf Kalla ke rumah Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri, di Jalan Teuku Umar, Jakarta Pusat, Jumat, 10 Agustus 2018. TEMPO/Friski Riana

    Sekretaris Jenderal PDI Perjuangan, Hasto Kristiyanto menjelaskan kedatangan Wakil Presiden Jusuf Kalla ke rumah Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri, di Jalan Teuku Umar, Jakarta Pusat, Jumat, 10 Agustus 2018. TEMPO/Friski Riana

    TEMPO.CO, Jakarta - Sekretaris Jenderal Partai Demokrasi Indonesia (PDIP) Perjuangan Hasto Kristiyanto menilai peringatan Hari Pahlawan pada hari ini tak sekedar menghormati jasa pahlawan yang gugur di medan perang. Menurut dia, Hari Pahlawan harus dimaknai sebagai perjuangan melindungi bendera nasional merah putih.

    Baca: Buntut Drama Surabaya Membara, Parade Hari Pahlawan Dievaluasi

    "Peringatan Hari Pahlawan juga menjadi puncak militansi pejuang bangsa terhadap bendera nasionalnya, sang saka merah putih," ujar Hasto dalam keterangan tertulisnya, Sabtu, 10 November 2018.

    Menurut Hasto, perjuangan para pahlawan melindungi bendera merah putih terjadi dalam insiden Hotel Oranye pada 27 Oktober 1945 di Surabaya. Hotel yang bernama Hotel Yamato pada zaman pendudukan Jepang, dan kini bernama Hotel Majapahit itu pernah menjadi saksi sejarah perjuangan mengibarkan bendera merah putih. Peristiwa ini menjadi awal peperangan Indonesia melawan Belanda yang puncaknya terjadi pada 10 November 1945.

    Baca: Pakai Baju Pejuang, Jokowi ikut Gowes Hari Pahlawan di Bandung

    Hasto bercerita dalam peristiwa itu para pejuang bangsa memanjat hotel untuk merobek warna biru pada bendera Belanda. Setelah warna biru dirobek, tersisa warna merah dan putih yang melambangkan bendera Indonesia. "Para pejuang bangsa berhasil memanjat hotel, merobek warna biru dari bendera Belanda, dan menghadirkan bendera merah putih, bendera nasional Indonesia Raya" katanya.

    Berkibarnya bendera merah putih saat itu, menurut Hasto, melambangkan perjuangan anak negeri dalam mempertahankan kemerdekaan. Selain itu, hal tersebut juga menunjukkan bagaimana pejuang menunjukkan dedikasi bagi bangsanya. "Bagi para penjuang, kemerdekaan dan berdaulat di negeri sendiri adalah harga mati," ucapnya.

    Baca: Alasan Jokowi Pakai Baju Pejuang di Hari Pahlawan

    Hasto mengatakan, hingga saat ini kibaran bendera merah putih terus menjadi simbol perjuangan dan prestasi bagi Indonesia. Hal itu, ucap dia, terlihat dalam perhelatan Asian Games dan Asian Para Games 2018 di mana atlet Indonesia berjuang mengharumkan nama bangsa. "Para atlet dengan tetesan keringatnya, mengibarkan bendera merah putih, bangkitkan kebangaan, rasa percaya diri, dan keharuman negeri" tuturnya.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Wajah Anggota Kabinet Indonesia Maju yang Disusun Jokowi - Ma'ruf

    Presiden Joko Widodo mengumumkan para pembantunya. Jokowi menyebut kabinet yang dibentuknya dengan nama Kabinet Indonesia Maju.