Pesan Zulkifli Hasan di Hari Pahlawan: Pemimpin Belajar Menderita

Reporter:
Editor:

Syailendra Persada

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ketua MPR Zulkifli Hasan saat menaburkan bunga ke laut dalam memperingati Hari Pahlawan, di KRI Banda Aceh, Teluk Jakarta, Sabtu 10 November 2018. TEMPO/TAUFIQ SIDDIQ

    Ketua MPR Zulkifli Hasan saat menaburkan bunga ke laut dalam memperingati Hari Pahlawan, di KRI Banda Aceh, Teluk Jakarta, Sabtu 10 November 2018. TEMPO/TAUFIQ SIDDIQ

    TEMPO.CO, Jakarta - Ketua Majelis Permusyawarahan Rakyat, Zulkifli Hasan, mengatakan untuk memaknai Hari Pahlawan maka bisa meneladani cara Pahlawan Nasional Agus Salim. Yaitu belajar untuk menderita.

    Baca: Pakai Baju Pejuang, Jokowi ikut Gowes Hari Pahlawan di Bandung

    "Ingat pernyataan tokoh Agus Salim bahwa menjadi pemimpin adalah cara menderita," kata Zulkifli Hasan usai upacara tabur bunga di KRI Banda Aceh Teluk, Jakarta, Sabtu 10 November 2018.

    Menurut politikus Partai Amanat Nasional ini, filosofi Agus Salim harus dijiwai oleh seluruh pemimpin. "Jangan menjadi pemimpin karena ingin cepat kaya," kata dia.

    Selain itu, Zulkifli juga berpendapat momentum Hari Pahlawan adalah waktu merenungkan kembali semangat perjuangan untuk bersatu. Di masa perjuangan, kata dia, para pahlawan tidak pernah bertanya soal agama dan suku.

    Simak: Buntut Drama Surabaya Membara, Parade Hari Pahlawan Dievaluasi

    Zulkifli mengatakan perbedaan agama, suku, ras sudah diselesaikan oleh pahlawan dulu dengan komitmen bersatu karena Merah Putih. "Jangan sampai perbedaan kelompok ini dibangkitkan dan memicu perpecahan," kata dia memberikan pernyataan seputar makna Hari Pahlawan. "Termasuk jangan pecah karena perbedaan politik."


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Wiranto Ditusuk Seseorang yang Diduga Terpapar Radikalisme ISIS

    Menkopolhukam, Wiranto ditusuk oleh orang tak dikenal yang diduga terpapar paham radikalisme ISIS. Bagaimana latar belakang pelakunya?