Buntut Drama Surabaya Membara, Parade Hari Pahlawan Dievaluasi

Reporter:
Editor:

Dwi Arjanto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Penonton terluka setelah terjatuh dari viaduk ketika menonton drama kolosal Surabaya Membara di Surabaya, Jumat, 9 November 2018. Korban terjatuh saat menghindari kereta api yang melintas di viaduk. ANTARA/M Risyal Hidayat

    Penonton terluka setelah terjatuh dari viaduk ketika menonton drama kolosal Surabaya Membara di Surabaya, Jumat, 9 November 2018. Korban terjatuh saat menghindari kereta api yang melintas di viaduk. ANTARA/M Risyal Hidayat

    TEMPO.CO, Jakarta - Pemerintah Kota Surabaya melakukan evaluasi terkait rencana pergelaran teatrikan "Parade Surabaya Juang 2018" besok Ahad, 11 November 2018 memperingati Hari Pahlawan, menyusul tragedi di drama kolosal "Surabaya Membara".

    Sejumlah warga meninggal dan sedikitnya 14 terluka saat digelar drama kolosal "Surabaya Membara" akibat terjatuh dari viaduk Jalan Pahlawan, Surabaya pada Jumat malam, 9 November 2018, untuk menyambut Hari Pahlawan tersebut.
    Baca : Penonton Surabaya Membara Tertabrak, Ini Kata KAI Daop 8 Surabaya

    Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Surabaya Antiek Sugiharti mengatakan pihaknya masih berkoordinasi dengan pihak terkait mengenai jadi dan tidaknya "Parade Surabaya Juang" yang akan digelar di tempat yang sama, viaduk Jalan Pahlawan.

    "Saya terus terang kaget mendengar ada penonton yang jatuh di sana," ujar Antiek Sugiharti.

    Menurut dia, sebetulnya untuk pelaksanaannya Parade Surabaya Juang, Pemkot Surabaya dan panitia acara sudah melakukan koordinasi dengan PT Kereta Api Indonesia (KAI) terkait jadwal kereta api yang lewat di viaduk tersebut."Tapi kami tetap menunggu arahan selanjutnya, jadi tidaknya digelar Minggu pagi," katanya.

    Seniman mementaskan teatrikal pertempuran dalam drama kolosal Surabaya Membara di Jalan Pahlawan Surabaya, Jawa Timur, Jumat, 9 November 2018. Drama ini digelar rutin untuk memperingati Hari Pahlawan pada 10 November. ANTARA/M Risyal Hidayat

    Sementara itu, Kepala Bagian Humas Pemkot Surabaya M Fikser mengatakan sampai saat ini rencana teatrikal Parade Surabaya Juang yang akan dilakukan pada Minggu, 11 November 2011  pagi masih belum ada perubahan.

    "Kami masih menunggu arahan Ibu Wali Kota Surabaya lebih lanjut. Ibu baru saja mendarat dari pesawat di Bandara Juanda," kata Fikser.

    Kepala Badan Penanggulangan Bencana Linmas Kota Surabaya Eddy Christijanto mengatakan acara Surabaya Membara merupakan kegiatan dari Pemerintah Provinsi Jawa Timur sehingga pemkot hanya sebatas membantu melakukan evakuasi.

    Simak juga :
    Kasus Bendera Hitam, Ini Bantahan Rizieq Shihab Terhadap Kronologi KBRI

    "Tidak ada permintaan pengamanan dan tim kesehatan dari Pemkot Surabaya. Dari kami tidak ikut terlibat," kata dia, Jumat malam, 9 November 2018.

    Menurut dia, kejadian tersebut berawal dari penonton yang melihat drama kolosal Surabaya Membara yang biasa digelar menjelang Hari Pahlawan, dari atas viaduk yang juga merupakan jalur rel kereta api. Pada saat sebuah rangkaian kereta api KRD melewati viaduk tersebut belasan orang terjatuh.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Demo Revisi UU KPK Berujung Rusuh, Ada 1.365 Orang Ditangkap

    Demonstrasi di DPR soal Revisi UU KPK pada September 2019 dilakukan mahasiswa, buruh, dan pelajar. Dari 1.365 orang yang ditangkapi, 179 ditahan.