Selasa, 11 Desember 2018

Rencana Khofifah Setelah Tragedi di Drama Surabaya Membara

Reporter:
Editor:

Elik Susanto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Gubernur Jawa Timur terpilih, Khofifah Indar Parawansa, mengusap wajahnya setelah berdoa saat rapat pleno terbuka penetapan pasangan calon terpilih pada pilgub Jawa Timur 2018 di Surabaya, Jawa Timur, Selasa, 24 Juli 2018. ANTARA FOTO/Zabur Karuru

    Gubernur Jawa Timur terpilih, Khofifah Indar Parawansa, mengusap wajahnya setelah berdoa saat rapat pleno terbuka penetapan pasangan calon terpilih pada pilgub Jawa Timur 2018 di Surabaya, Jawa Timur, Selasa, 24 Juli 2018. ANTARA FOTO/Zabur Karuru

    TEMPO.CO, Jakarta - Gubernur Jawa Timur terpilih Khofifah Indar Parawansa menyatakan, pementasan drama kolosal Surabaya Membara tahun depan tetap diizinkan. Namun, kata dia, untuk menggelar kembali acara tersebut pengamanan dan jaminan keselamatan penonton harus diperketat.

    Baca: Detik-detik Insiden Saat Drama Kolosal Surabaya Membara

    "Viaduk rel kereta api itu memang bukan tempat untuk menonton pertunjukan," kata Khofifah sembari menunjuk ke arah viaduk rel kereta api di Jalan Pahlawan, Surabaya, usai menyaksikan drama kolosal Surabaya Membara pada Jumat malam, 9 November 2017.

    Khofifah langsung memimpin doa di akhir pertunjukan untuk para korban meninggal. "Mudah-mudahan husnul khatimah, segala amalnya diterima dan dosa-dosanya diampuni," kata Khofifah sembari meminta pengunjung acara membaca Alfatehah.

    Bagi Khofifah, pementasan drama kolosal Surabaya Membara yang berlangsung rutin selama delapan tahun terakhir dalam rangka memperingati Hari Pahlawan tetap dilaksanakan. Alasannya, hal ini merupakan pengingat sejarah perjuangan "Arek-arek Suroboyo" dalam mempertahankan kemerdekaan Republik Indonesia pada 10 November 1945.

    "Meski malam ini jatuh korban penonton hingga ada yang meninggal dunia, tahun depan dan seterusnya pentas drama kolosal Surabaya Membara harus tetap digelar. Tentunya dengan pengamanan yang menjamin keselamatan penonton dengan lebih diperketat lagi," ujar Khofifah.

    Semboyan 35 Sudah Dibunyikan


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Peringkat Indonesia dalam Indeks Persepsi Korupsi 1995 - 2017

    Sejak kehadiran KPK pada 2002, skor Indeks Persepsi Korupsi Indonesia hingga 2017 menanjak 18 poin yang berarti ada di peringkat 96 dari 180 negara.