Sabtu, 17 November 2018

Sandiaga Sebut Masyarakat Harus Waspada Genderuwo Ekonomi

Reporter:
Editor:

Amirullah

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Calon wakil presiden nomor urut 02, Sandiaga Uno, bermain gitar dan menyanyikan sebuah lagu dalam acara Ngobrol Pintar (Ngopi) di Hutan Kota Sangga Buana, Lebak Bulus, Jakarta, Rabu, 7 November 2018. Sandiaga Uno menyanyikan beberapa lagu Koes Plus. TEMPO/M Taufan Rengganis

    Calon wakil presiden nomor urut 02, Sandiaga Uno, bermain gitar dan menyanyikan sebuah lagu dalam acara Ngobrol Pintar (Ngopi) di Hutan Kota Sangga Buana, Lebak Bulus, Jakarta, Rabu, 7 November 2018. Sandiaga Uno menyanyikan beberapa lagu Koes Plus. TEMPO/M Taufan Rengganis

    TEMPO.CO, Jakarta - Calon wakil presiden nomor urut 02, Sandiaga Uno, menanggapi ujaran capres inkumben soal politikus genderuwo. Kali ini, Sandiaga menimpali pernyataan Jokowi dengan istilah tandingan, yakni genderuwo ekonomi.

    Baca: Tanggapi Jokowi Soal Politikus Genderuwo, Sandiaga: Emang Ada?

    "Mungkin yang dimaksud Pak Presiden soal politikus atau politik genderuwo itu yang berkaitan dengan ekonomi rente, mafia ekonomi, mafia pangan, atau mafia lainnya, sebagai genderuwonya ekonomi," kata Sandiaga saat berkampanye di Cikupa, Tangerang, Jumat, 9 November 2018.

    Sandiaga pun meminta masyarakat mewaspadai para genderuwo ekonomi itu. Menurut dia, genderuwo inilah penjahat yang telah menggerogoti ekonomi Indonesia. Ia lantas berseloroh, genderuwo nyata ini tidak tampak, tapi menakutkan dan merusak. Dampak genderuwo ekonomi dirasakan oleh masyarakat kelas bawah. Misalnya harga-harga menjadi meroket dan pengangguran menjamur.

    Sedangkan soal politikus genderuwo, Sandiaga ogah meneruskan komentarnya. Ia mengaku tak mau menyindir politikus dengan panggilan-panggilan tak umum tersebut. "Saya enggak ingin membawa narasi yang name calling," katanya.

    Baca: Soal Politik Genderuwo, Gerindra Sebut Jokowi Panik

    Istilah politikus genderuwo ini diujarkan Jokowi untuk menyindir politikus yang menebar propaganda menakutkan. "Setelah takut, yang kedua membuat sebuah ketidakpastian. Itu sering saya sampaikan, itu namanya politik genderuwo," ujar Jokowi.

    Dalam mitos Jawa, genderuwo adalah sejenis makhluk halus berwujud manusia mirip kera yang bertubuh besar dan menakutkan. Antropolog Universitas Gadjah Mada (UGM), Pande Made Kutanegara, mengatakan istilah genderuwo memang lazim diujarkan masyarakat Jawa untuk menjuluki orang dewasa yang doyan marah. Masyarakat Jawa, secara khusus orang-orang di perdesaan, menyebutnya sebagai 'poyokan' yang bermakna negatif.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Agar Merpati Kembali Mengangkasa

    Sebelum PT Merpati Nusantara Airlines (Persero) berpotensi kembali beroperasi, berikut sejumlah syarat agar Merpati Airlines dapat kembali ke angkasa.