Sabtu, 17 November 2018

Menkumham Yasonna Laoly Jadi Saksi Mata Teror di Australia

Reporter:
Editor:

Amirullah

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Menteri Hukum dan HAM Yasonna H Laoly meninggalkan gedung KPK setelah menjalani pemeriksaan terkait dengan kasus korupsi e-KTP pada Senin, 2 Juli 2018. TEMPO/Imam Sukamto

    Menteri Hukum dan HAM Yasonna H Laoly meninggalkan gedung KPK setelah menjalani pemeriksaan terkait dengan kasus korupsi e-KTP pada Senin, 2 Juli 2018. TEMPO/Imam Sukamto

    TEMPO.CO, Jakarta - Menteri Hukum dan HAM Yasonna Laoly menjadi saksi mata peristiwa teror di Melbourne, Australia, yang terjadi pada Jumat, 9 November 2018 sekitar pukul 16.20 waktu setempat. Dia mengatakan hanya berjarak 20 meter dari tempat kejadian. "Jarak saya sekitar 20 meter, cukup dekat," kata dia di laman Facebook-nya, Jumat.

    Baca: Yasonna Akan Berikan Remisi Napi Sulteng yang Menyerahkan Diri

    Yasonna menceritakan baru saja turun dari trem di di Burke Street, Melbourne, saat peristiwa berlangsung. Dia menyaksikan seorang terduga teroris membakar mobilnya dan berusaha menyerang polisi setempat.

    Yasonna mengatakan selain menyerang polisi, orang itu juga menyerang dua orang pejalan kaki dengan pisau. Polisi akhirnya menembak terduga teroris tersebut. "Menurut info satu orang meninggal," kata dia.

    Baca: H+16 Gempa Palu, Polri Minta Napi dan Tahanan Balik ke Sel

    Sebelumnya, dilansir dari News.com, seorang pria menikam tiga pejalan kaki dan membakar sebuah mobil di Central Business District (CBD) Bourke Street di Melbourne, Australia. Satu orang tewas dan dua lainnya terluka dalam kejadian tersebut.

    Dalam konferensi pers, Inspektur Polisi Victoria, David Clayton, mengatakan salah satu orang yang ditikam itu meninggal di tempat kejadian. Polisi menembak seorang pria yang memegang pisau di bagian dada setelah dia berupaya melawan petugas.

    ROSSENO AJI | EKA YUDHA SAPUTRA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Agar Merpati Kembali Mengangkasa

    Sebelum PT Merpati Nusantara Airlines (Persero) berpotensi kembali beroperasi, berikut sejumlah syarat agar Merpati Airlines dapat kembali ke angkasa.