Sabtu, 17 November 2018

Antropolog Jelaskan Makna Politikus Genderuwo Jokowi

Reporter:
Editor:

Juli Hantoro

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Gaya Jokowi berkendara dengan sepeda motor bergaya street tracker. Dok Biro Pers Setpres.

    Gaya Jokowi berkendara dengan sepeda motor bergaya street tracker. Dok Biro Pers Setpres.

    TEMPO.CO, Jakarta - Istilah politikus genderuwo menjadi marak dibincangkan sejak pagi tadi, Jumat, 9 November 2018. Presiden Joko Widodo atau Jokowi, dalam sebuah pernyataan, melontarkan frasa itu untuk menyindir para politikus yang acap menebarkan narasi menakut-nakuti.

    Baca juga: Tanggapi Jokowi Soal Politikus Genderuwo, Sandiaga: Emang Ada?

    Antropolog Universitas Gadjah Mada (UGM), Pande Made Kutanegara, mengatakan istilah genderuwo memang lazim diujarkan masyarakat Jawa untuk menjuluki orang dewasa yang doyan marah. Masyarakat Jawa, secara khusus orang-orang di perdesaan, menyebutnya sebagai 'poyokan' yang bermakna negatif.

    "Genderuwo disamakan dengan buto, yang badannya besar, suka mengumbar angkara murka, suka marah. Sedikit sedikit marah," kata Pande saat dihubungi Tempo pada Jumat, 9 November 2018.

    Kisah-kisah tentang genderuwo kerap disampaikan untuk menakut-nakuti anak kecil. Dalam konsep politik, anak kecil direpresentasikan sebagai sebagai masyarakat yang tak punya kekuasaan, miskin, dan kurang berilmu.

    Baca juga: Relawan Jokowi Sindir Prabowo Pakai Emak-emak Jadi Objek Politik

    Jadi, genderuwo dalam konsep politik memang digambarkan sebagai orang berkekuasaan, tapi suka menakut-nakuti. Namun, momok genderuwo tak berlaku bagi masyarakat yang berilmu atau masyarakat kalangan tertentu.

    Adapun dalam arti sebenarnya, genderuwo berasal dari bahasa Jawa kuno atau Kawi Gandharwa yang artinya raksasa. "Mahluk ini suka menakut nakuti manusia, karena bentuknya tinggi besar, hitam dan menyeramkan," kata Pande.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Agar Merpati Kembali Mengangkasa

    Sebelum PT Merpati Nusantara Airlines (Persero) berpotensi kembali beroperasi, berikut sejumlah syarat agar Merpati Airlines dapat kembali ke angkasa.