Sabtu, 17 November 2018

Wiranto: Aksi Bela Tauhid Bisa Ditunggangi HTI

Reporter:
Editor:

Juli Hantoro

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, Keamanan Wiranto bersama Kepala Polri Jenderal Tito Karnavian dan Jaksa Agung M. Prasetyo menggelar konferensi pers di kantor Kemenko Polhukam, Selasa, 23 Oktober 2018. Konferensi pers ini terkait pembakaran bendera berkalimat tauhid yang dilakukan GP Ansor di Garut, Jawa Barat. TEMPO/Syafiul Hadi

    Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, Keamanan Wiranto bersama Kepala Polri Jenderal Tito Karnavian dan Jaksa Agung M. Prasetyo menggelar konferensi pers di kantor Kemenko Polhukam, Selasa, 23 Oktober 2018. Konferensi pers ini terkait pembakaran bendera berkalimat tauhid yang dilakukan GP Ansor di Garut, Jawa Barat. TEMPO/Syafiul Hadi

    TEMPO.CO, Jakarta - Menteri Koordinator Bidang Politik Hukum dan Keamanan Wiranto mengatakan aksi-aksi bela tauhid beberapa waktu lalu dapat dimanfaatkan untuk kepentingan politik tertentu. Salah satunya, kata dia, aksi tersebut dapat ditunggangi oleh organisasi Hizbut Tahrir Indonesia atau HTI.

    Baca juga: Ma'ruf Amin Pernah Minta Yusril Mundur dari Pengacara HTI

    "Hati-hati demonstrasi yang terkadang punya niat baik untuk membangun pemahaman yang positif terkadang ditunggangi oleh kelompok lain untuk kepentingan politik," ujar Wiranto di kantor Kemenko Polhukam, Jumat, 9 November 2018.

    Menurut Wiranto, HTI memanfaatkan aksi bela tauhid untuk kembali eksis berorganisasi. Oleh karena itu, dia mengingatkan kepada massa aksi bela tauhid untuk mengetahui hal-hal seperti ini. "Saya tadi mengingatkan kepada teman-teman yang demonstrasi, hati-hati demonstrasi," katanya.

    Sebelumnya, massa yang mengatasnamakan Barisan Nasional Pembela Tauhid menggelar dua kali aksi di depan Kemenko Polhukam dan Istana Negara. Aksi unjuk rasa ini disulut insiden pembakaran bendera berkalimat tauhid di Garut saat peringatan Hari Santri Nasional pada 22 Oktober lalu.

    Sebagian pihak menyebut bendera tersebut sebagai bendera HTI. Bendera tersebut dibakar oleh anggota Barisan Ansor Serbaguna (Banser) dalam peringatan Hari Santri tersebut.

    Baca juga: Ikut Demonstrasi Aksi Bela Tauhid, Ini Alasan Warga Ciomas Bogor

    Sebelumnya, Wiranto mengatakan HTI merupakan organisasi yang tidak diperbolehkan kembali di Indonesia. Sebab, organisasi ini telah dicabut badan hukumnya lewat keputusan Menteri Hukum dan HAM Nomor AHU 30.AH.01.08 Tahun 2017 tanggal 19 Juli 2017.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Agar Merpati Kembali Mengangkasa

    Sebelum PT Merpati Nusantara Airlines (Persero) berpotensi kembali beroperasi, berikut sejumlah syarat agar Merpati Airlines dapat kembali ke angkasa.