Sabtu, 17 November 2018

FPI Beberkan Sepuluh Kejanggalan Kasus Bendera Rizieq Shihab

Reporter:
Editor:

Syailendra Persada

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pimpinan Front Pembela Islam (FPI) Rizieq Shihab saat tiba di Gedung Kriminal Khusus Polda Metro Jaya, Jakarta, 23 Januari 2017. Rizieq Shihab akan menjalani pemeriksaan  terkait dugaan penyebaran kebencian soal mata uang rupiah berlogo palu-arit. TEMPO/Subekti

    Pimpinan Front Pembela Islam (FPI) Rizieq Shihab saat tiba di Gedung Kriminal Khusus Polda Metro Jaya, Jakarta, 23 Januari 2017. Rizieq Shihab akan menjalani pemeriksaan terkait dugaan penyebaran kebencian soal mata uang rupiah berlogo palu-arit. TEMPO/Subekti

    TEMPO.CO, Jakarta - Kuasa hukum Front Pembela Islam (FPI) Munarman membeberkan sepuluh kejanggalan yang mengindikasikan adanya operasi intelijen dalam kasus penangkapan imam besar FPI Rizieq Shihab di Arab Saudi.

    Baca: Tudingan Hoax VS Fakta Rilis Dubes Arab Saudi soal Rizieq Shihab

    "Indikasi pertama, adanya penghilangan kamera CCTV beberapa hari sebelum heboh kasus pemasangan bendera ditembok rumah HRS (Habib Rizieq Shihab)," kata Munarman lewat keterangannya pada Jumat, 9 November 2018.

    Indikasi kedua, kata dia, dalam waktu singkat sudah beredar foto-foto tembok rumah Rizieq Shihab di Arab Saudi lengkap dengan bendera. Munarman menuding foto-foto tersebut marak beredar di kalangan pendukung Calon Presiden inkumben Joko Widodo atau Jokowi. Indikasi ketiga ada dua versi foto bendera yang beredar.

    Indikasi keempat, kata dia, saat Rizieq keluar rumahnya, bendera tersebut sudah tidak ada. Kelima, dalam waktu singkat, foto-foto Rizieq Shihab bersama otoritas Arab Saudi sudah beredar.

    Keenam, ada pembentukan opini di Indonesia melalui media sosial yang dengan menunjukkan kegembiraan bahwa Rizieq Shihab ditangkap. Indikasi ketujuh, bila kedua photoshop yang beredar di media sosial tersebut diperbesar, maka akan tampak jelas perbedaan sudut kemiringan tembok dan kemiringan bendera.

    Selain itu, tidak terlihat paku atau tali sebagai sarana bendera tersebut menempel di tembok. "Jadi bendera ajaib itu. Bisa nempel di tembok tanpa sarana pengikatnya," ujar dia.

    Indikasi kedelapan, aparat berwenang Arab Saudi juga bingung saat datang ke tempat Rizieq dan juga tidak melihat adanya bendera tersebut. Kemudian kesembilan, kata dia, setelah diwawancara Rizieq Shihab bisa kembali ke rumahnya. "Dalam kasus ini, apabila benar ada bendera maka seharusnya HRS tidak bisa kembali ke rumah," ujar dia.

    Indikasi terakhir, Munarman menuding ada propaganda dari kubu pendukung Jokowi lewat media massa. "Ini artinya agenda politik melalui jalur fitnah propaganda berselimut pengamat maupun propagandis sangat berkeinginan mencelakakan HRS dan membentuk opini hitam melalui berbagai media," kata Munarman.

    Simak: Dituduh Intervensi Rizieq Shihab, BIN: Saudi Negara Berdaulat

    Sebelumnya, Juru bicara Badan Intelijen Negara (BIN), Wawan Hari Purwanto, membantah lembaga intelijen ini terlibat dalam penangkapan imam besar Front Pembela Islam (FPI) Rizieq Shihab di Arab Saudi.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Agar Merpati Kembali Mengangkasa

    Sebelum PT Merpati Nusantara Airlines (Persero) berpotensi kembali beroperasi, berikut sejumlah syarat agar Merpati Airlines dapat kembali ke angkasa.