Jumat, 16 November 2018

Calon Pahlawan Nasional A.R. Baswedan: Menggalang Keturunan Arab

Reporter:
Editor:

Syailendra Persada

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • AR. Baswedan. Wikipedia

    AR. Baswedan. Wikipedia

    TEMPO.CO, Jakarta - Pemerintah akan memberikan gelar pahlawan nasional kepada beberapa tokoh pada Hari Pahlawan, 10 November 2018 mendatang. Rencananya, ada enam tokoh yang akan memperoleh gelar pahlawan nasional tersebut. "Direncanakan penganugerahan gelar pahlawan nasional untuk enam orang," kata Dirjen Pemberdayaan Sosial Kemensos Pepen Nazaruddin, Rabu, 7 November 2018.

    Simak: Enam Tokoh Bakal Dianugerahi Gelar Pahlawan Nasional

    Salah satu tokoh yang akan mendapatkan gelar pahlawan nasional ini adalah Abdurrahman Baswedan. A.R. Baswedan adalah tokoh nasional yang berasal dari Yogyakarta dan merupakan kakek dari Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan.

    A.R. Baswedan merupakan tokoh keturunan Arab yang dikenal sebagai seorang jurnalis, diplomat, serta sastrawan. Pada masa penjajahan, pria kelahiran Surabaya, 9 September 1908 ini berperan mengajak orang-orang keturunan Arab agar bersatu membantu perjuangan Indonesia. A.R. Baswedan berperan penting menyiapkan gerakan pemuda peranakan Arab untuk berperang melawan Belanda.

    A.R. Baswedan juga mencetuskan Sumpah Pemuda Keturunan Arab yang digelar pada 4 Oktober 1934. Pada masa itu, A.R Baswedan berkeinginan mengajak serta menyadarkan keturunan Arab bahwa tanah air mereka adalah Indonesia dan tak lagi berorientasi pada negara-negara Arab seperti Yaman dan Hadramaut.

    Baca sepak terjang A.R. Baswedan menyiapkan kemerdekaan.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Tangis Baiq Nuril, Korban Pelecehan Yang Dipidana

    Kasus UU ITE yang menimpa Baiq Nuril, seorang guru SMAN 7 Mataram, Nusa Tenggara Barat, mengundang tanda tanya sejumlah pihak.