Selasa, 13 November 2018

Kasus Menghantui Rizieq Shihab: Logo Palu Arit - Ujaran Kebencian

Reporter:
Editor:

Syailendra Persada

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pimpinan Front Pembela Islam (FPI) Rizieq Shihab saat tiba di Gedung Kriminal Khusus Polda Metro Jaya, Jakarta, 23 Januari 2017. TEMPO/Subekti.

    Pimpinan Front Pembela Islam (FPI) Rizieq Shihab saat tiba di Gedung Kriminal Khusus Polda Metro Jaya, Jakarta, 23 Januari 2017. TEMPO/Subekti.

    4. Ujaran Kebencian

    Setelah PMKRI dan Studen Peace Institute, giliran Rumah Pelita (forum mahasiswa-pemuda lintas agama) melaporkan Rizieq Shihab ke Polda Metro Jaya. Ucapan Rizieq dinilai memecah-belah persatuan dan kesatuan Republik Indonesia, memecah-belah umat Islam, serta menimbulkan rasa benci terhadap sesama.

    5. Mata uang berlogo Palu-Arit

    Pada Januari 2017, ada dua organisasi yaitu Jaringan Intelektual Muda Antifitnah dan Solidaritas Merah Putih (Solmet) yang melaporkan Rizieq Shihab karena ceramahnya soal mata uang baru berlogo "palu-arit" ke Polda Metro Jaya. Rizieq dilaporkan atas dugaan melanggar Pasal 28 ayat 2 dan Pasal 28 ayat 1 juncto Pasal 45 ayat 2 UU ITE.

    Baca: Kasus Logo Palu Arit Rizieq Naik ke Tahap Penyidikan

    Ceramah Rizieq soal logo palu-arit dalam mata uang rupiah memang sempat membuat geger. Bank Indonesia bahkan angkat bicara dan membantah tuduhan Rizieq. Kepolisian Daerah Metro Jaya bahkan sempat memeriksa Rizieq dalam perkara ini. Polisi pun telah menaikan perkara tersebut menjadi penyidikan. Namun, belum ada yang menjadi tersangka.

    6. Ucapan Sampur Rasun menjadi Campur Racun

    Angkatan Muda Siliwangi malaporkan Rizieq Shihab ke Polda Metro Jaya pada 24 November 2015. Mereka menuding Rizieq menyinggung budaya Sunda. Yaitu memelintir ucapan Sampur Rasun menjai campur racun.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Lion Air JT - 610, Kecelakaan Pesawat Nomor 100 di Indonesia

    Jatuhnya Lion Air nomor registrasi PK - LQP rute penerbangan JT - 610 merupakan kecelakaan pesawat ke-100 di Indonesia. Bagaimana dengan di dunia?