Kamis, 15 November 2018

Oesman Sapta Pertanyakan Kredibilitas Survei Elektabilitas Hanura

Reporter:
Editor:

Kodrat Setiawan

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ketua Umum Partai Hanura, Oesman Sapta Odang (OSO) baru datang (14.42 WIB) menghadiri Rapat Pleno Konsolidasi dan Gerakan S-5 Partai Hanura Menuju Kemenangan Pemilu 2019 di Hotel Bidakara, Jakarta, 4 Mei 2017. TEMPO/ALBERT/MAGANG

    Ketua Umum Partai Hanura, Oesman Sapta Odang (OSO) baru datang (14.42 WIB) menghadiri Rapat Pleno Konsolidasi dan Gerakan S-5 Partai Hanura Menuju Kemenangan Pemilu 2019 di Hotel Bidakara, Jakarta, 4 Mei 2017. TEMPO/ALBERT/MAGANG

    Jakarta - Ketua Umum Partai Hanura Oesman Sapta Odang enggan memperdulikan hasil sigi berbagai lembaga survei yang menunjukkan elektabilitas partainya masih berada di angka nol koma, menjelang pemilihan legislatif 2019. Pria yang akrab disapa Oso tersebut malah mempertanyakan kredibilitas berbagai lembaga survei tersebut.

    Baca juga: KPU Belum Terima Putusan MA yang Menangkan Gugatan Oso

    "Orang bilang survei kita kecil. Ada apa maksudnya? Yang bayar survei siapa? Kita belum pernah bayar survei," ujar Oso dalam acara pembekalan calon legislator Hanura di Hotel Discovery Ancol, Jakarta pada Rabu, 7 November 2018.

    Survei teranyar dari LSI Denny JA, elektabilitas Partai Hanura hanya sebesar 0,6 persen. Survei Alvara Research Center juga menunjukkan elektabilitas Hanura sebesar 0,6 persen. Hanura diprediksi tidak lolos ambang batas parlemen sebesar 4 persen.

    Wakil Ketua Umum Hanura, I Gede Pasek mengatakan, dengan 1.300 anggota dewan dari kader Hanura di seluruh Indonesia, tidak mungkin jika elektabilitas partainya hanya nol koma. "Apa iya nol koma persen. Itu sederhananya kita berpikir," ujar Pasek di lokasi yang sama.

    Untuk itu, ujar Pasek, partainya tak begitu ambil pusing dengan berbagai hasil survei. "Kami lebih fokus pada penguatan internal, jadi melakukan perubahan dalam posisi sunyi," ujar dia.

    Untuk itu, Pasek optimis partainya yang dipimpin Oesman Sapta akan lolos ambang batas parlemen dan mencapai target agar jumlah kursi di parlemen melebihi kursi yang sudah diperoleh saat ini. 


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Pokemon Hidup Dalam Detektif Pikachu

    Hollywood baru saja mengadaptasi karakter favorit dunia dari kartun Pokemon, Pikachu, ke dalam film layar lebar.