Selasa, 13 November 2018

Jokowi Sindir Soal Pemimpin Tegas tapi Suka Marah-marah

Reporter:
Editor:

Juli Hantoro

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Calon presiden inkumben Joko Widodo atau Jokowi dalam acara pembekalan calon legislatif Hanura di Hotel Discovery Ancol, Jakarta pada Rabu, 7 November 2018. TEMPO/Dewi Nurita

    Calon presiden inkumben Joko Widodo atau Jokowi dalam acara pembekalan calon legislatif Hanura di Hotel Discovery Ancol, Jakarta pada Rabu, 7 November 2018. TEMPO/Dewi Nurita

    TEMPO.CO, Jakarta - Calon presiden inkumben Joko Widodo atau Jokowi menyisipkan sindiran ketika memuji Ketua Umum Hanura Oesman Sapta Odang atau OSO dalam acara pembekalan calon legislatif Hanura di Hotel Discovery Ancol, Jakarta pada Rabu, 7 November 2018.

    Baca juga: Prabowo Kalah Survei, Djoko Santoso Minta Tim Kerja Lebih Keras

    Jokowi memuji sosok OSO yang tegas, tapi tidak suka marah-marah. "Karena ada yang bilangnya tegas, tapi suka marah-marah," ujar Jokowi disambut gelak tawa dan tepuk seluruh tamu undangan dan kader Hanura di Hotel Discovery Ancol, Jakarta pada Rabu, 7 November 2018.

    Menurut Jokowi, negara Indonesia butuh pemimpin yang mau mendengar rakyat sekaligus tegas. "Tapi tegas itu tidak sama dengan otoriter, jadi tolong dibedakan," ujar Jokowi.

    Memasuki dua bulan masa kampanye, dua pasangan calon presiden dan calon wakil presiden yang akan berlaga di pemilihan presiden 2019, mulai memanas, saling sindir antar kedua kubu pun tak urung terjadi.

    Baca juga: Tim Prabowo: Alasan Bawaslu soal Luhut dan Sri Mulyani Tak Logis

    Berbagai lembaga survei menunjukkan, karakter tegas lebih melekat kepada calon presiden nomor urut 02 yang berlatar belakang militer, Prabowo Subianto. Sementara Jokowi yang memiliki latar belakang masyarakat sipil lebih lekat dengan karakter merakyat.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Lion Air JT - 610, Kecelakaan Pesawat Nomor 100 di Indonesia

    Jatuhnya Lion Air nomor registrasi PK - LQP rute penerbangan JT - 610 merupakan kecelakaan pesawat ke-100 di Indonesia. Bagaimana dengan di dunia?