Kamis, 15 November 2018

Yasonna Akan Berikan Remisi Napi Sulteng yang Menyerahkan Diri

Reporter:
Editor:

Ninis Chairunnisa

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Yasonna Hamonangan Laoly usai meluncurkan aplikasi legalisasi elektronik (Alegtron) dan pembayaran Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) secara autodebet untuk notaris di Hotel JW Marriott Hotel Jakarta, Rabu, 2 Mei 2018. Tempo/Hendartyo Hanggi

    Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Yasonna Hamonangan Laoly usai meluncurkan aplikasi legalisasi elektronik (Alegtron) dan pembayaran Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) secara autodebet untuk notaris di Hotel JW Marriott Hotel Jakarta, Rabu, 2 Mei 2018. Tempo/Hendartyo Hanggi

    TEMPO.CO, Jakarta - Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Yasonna Laoly mengatakan akan memberikan remisi kepada narapidana di Sulawesi Tengah yang bersedia menyerahkan diri. Sebelumnya, lebih dari seribu napi di Sulteng melarikan diri saat kejadian gempa dan tsunami terjadi.

    "Ada yang menyerahkan diri di Solo, jadi mereka masuk secara sukarela. Itu yang akan kita kasih reward, remisi khusus," kata Yasonna di komplek Istana Kepresidenan Jakarta, Rabu, 7 November 2018.

    Baca: H+16 Gempa Palu, Polri Minta Napi dan Tahanan Balik ke Sel

    Yasonna mengatakan, sekitar seribu napi Sulawesi Tengah sudah menyerahkan diri dan kembali ke lembaga pemasyarakatan. Bahkan, para napi yang sempat kabur ke luar Sulawesi Tengah, seperti Solo, sudah melaporkan diri.

    Ia pun mengatakan akan mempertimbangkan lokasi tahanan bagi napi yang berada di luar Sulawesi. "Nanti kita lihat apakah masih harus dikembalikan ke sana (Sulawesi Tengah), yang penting kan dia menjalani hukumannya," kata Yasonna.

    Baca: Gempa Palu, Penentuan Buron Setelah Lapas dan Rutan Siap Huni

    Menurut Yasonna, jumlah remisi yang akan diterima para napi Sulteng sedang dikaji oleh Direktur Jenderal Pemasyarakatan. Adapun napi yang belum menyerahkan diri, kata Yasonna, tersisa sekitar 100-300 orang. Mereka tidak akan mendapatkan remisi jika sudah tertangkap kembali.

    Dirjen PAS sebelumnya mencatat hingga Selasa, 9 Oktober 2018 terdapat 1.090 warga binaan di enam Lembaga Pemasyarakatan Palu, Sulawesi Tengah yang belum kembali. Warga binaan dan tahanan yang meninggalkan lapas dan tahanan mencapai 1.425 orang. Sebanyak 204 orang masih bertahan di dalam dan 360 orang sudah melapor.

    Baca: Polri Bakal Kenakan Status DPO Warga Binaan Palu yang Tak Kembali


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Pokemon Hidup Dalam Detektif Pikachu

    Hollywood baru saja mengadaptasi karakter favorit dunia dari kartun Pokemon, Pikachu, ke dalam film layar lebar.