Sabtu, 17 November 2018

Cerita Repotnya Dubes RI untuk Saudi saat Rizieq Shihab Ditangkap

Reporter:
Editor:

Amirullah

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Duta Besar RI untuk Saudi, Agus Maftuh Abegebriel, ketiga dari kiri, bersama Brigjen Dr. Khalid al-Huwaisy-Kepala Imigrasi Madinah dan Dirjen Kementerian Haji dan Umrah Arab Saudi- Al-Baijawi menyambut para Jamaah Haji Indonesia di

    Duta Besar RI untuk Saudi, Agus Maftuh Abegebriel, ketiga dari kiri, bersama Brigjen Dr. Khalid al-Huwaisy-Kepala Imigrasi Madinah dan Dirjen Kementerian Haji dan Umrah Arab Saudi- Al-Baijawi menyambut para Jamaah Haji Indonesia di "Gate Fast Track" dengan diiringi lantunan Salawat Maher Zain, taburan bunga dan pemberian sovenir. Sumber: KBRI Riyadh, Arab Saudi

    TEMPO.CO, Jakarta - Imam besar Front Pembela Islam (FPI) Rizieq Shihab sempat ditahan kepolisian Mekkah. Duta Besar Republik Indonesia untuk Arab Saudi, Agus Maftuh Abegebriel, mendengar kabar itu sejak 5 November 2018 pukul 23.30.

    Baca: Kemenlu: Rizieq Shihab Ditanya soal Bendera Mirip ISIS

    Agus saat itu baru saja mendarat di Riyadh. Telepon genggamnya langsung berdering. Dari ujung saluran telepon, dia mendapat kabar Rizieq Shihab ditangkap oleh aparat keamanan di Mekkah. Sampai subuh, dia terus-menerus menghubungi kolega-koleganya di Saudi untuk memastikan kabar tersebut.

    Agus langsung memerintahkan Diplomat Pasukan Khusus untuk terjun. "Itu merupakan gugus tugas reaksi cepat untuk berangkat ke Mekkah dan memastikan kabar yang beredar tersebut," katanya seperti dilansir keterangan tertulis, Rabu, 6 November 2018.

    Menteri Luar Negeri Retno Marsudi juga melakukan komunikasi dengan Agus untuk memastikan informasi tersebut. "Menlu memerintahkan KBRI untuk melakukan pendampingan dan pengayoman kepada Rizieq Shihab dalam menghadapi kasusnya," kata Agus.

    Dari hasil penelusuran, barulah Agus mengetahui bahwa Rizieq betul ditahan Kepolisian Mekkah pada 5 November pukul 16.00. Rizieq diduga melanggar hukum lantaran ada pemasangan bendera hitam di belakang rumahnya.

    Baca: Kemenlu: Rizieq Shihab Dimintai Keterangan Aparat Keamanan Saudi

    Bendera tersebut mengarah pada ciri-ciri gerakan ekstremis. Agus menuturkan, pemerintah Arab sangat melarang keras segala bentuk jargon, label, atribut, dan lambang apapun yang berbau terorisme seperti ISIS, Al-Qaedah, Al-Jama'ah al-Islamiyyah. Segala kegiatan yang berbau terorisme dan ekstremisme juga dilarang.

    Pemerintah Arab juga memantau kegiatan media sosial. Pelanggaran IT merupakan pidana berat jika bersentuhan dengan aroma teorrisme.

    Rizieq Shihab kemudian dikeluarkan dari tahanan Kepolisian Mekkah dengan jaminan setelah staf dari KJRI mendampinginya. Dia bebas pada 6 November 2018 sekitar pukul 20.00.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Agar Merpati Kembali Mengangkasa

    Sebelum PT Merpati Nusantara Airlines (Persero) berpotensi kembali beroperasi, berikut sejumlah syarat agar Merpati Airlines dapat kembali ke angkasa.