Jumat, 14 Desember 2018

Soal Tampang Boyolali, Prabowo Siap Berdialog dengan Masyarakat

Reporter:
Editor:

Amirullah

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Calon Presiden nomor urut 2 Prabowo Subianto (tengah) didampingi Ketua Umum Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) Abdullah Syam (kedua kiri) dan Pimpinan Pondok Pesantren Minhaajurrosyidiin Asy'ari Akbar (kanan) tiba di lokasi Rakernas LDII di Jakarta, Kamis, 11 Oktober 2018. Rapat kerja tersebut mengangkat tema

    Calon Presiden nomor urut 2 Prabowo Subianto (tengah) didampingi Ketua Umum Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) Abdullah Syam (kedua kiri) dan Pimpinan Pondok Pesantren Minhaajurrosyidiin Asy'ari Akbar (kanan) tiba di lokasi Rakernas LDII di Jakarta, Kamis, 11 Oktober 2018. Rapat kerja tersebut mengangkat tema "LDII Untuk Bangsa". ANTARA/Dhemas Reviyanto

    TEMPO.CO, Jakarta - Calon presiden Prabowo Subianto melayangkan permohonan maaf atas seloroh tampang Boyolali yang terlontar dalam pidato kampanyenya di Boyolali, Jawa Tengah. Dia pun mengaku siap untuk berdialog kembali dengan masyarakat Boyolali.

    Baca: Prabowo Minta Maaf soal Pidato Tampang Boyolali

    “Saya siap kalau diminta dialog langsung. Enggak ada masalah. Kami baik-baik saja. Ini demokrasi, ya, harus dinamis,” ujar Prabowo melalui sebuah buah video yang dikirim oleh koordinator juru bicara Badan Pemenangan Nasinonal, Dahnil Anzar Simanjuntak, kepada Tempo pada Rabu pagi, 9 November 2018.

    Video tersebut tampak diambil di sebuah ruangan penuh buku. Prabowo terlihat mengenakan kostum safari cokelat. Ia berdiri membelakangi potret Jenderal Sudirman yang dibingkai dan dipasang di dinding ruangan.

    Pada menit awal video tersebut, Dahnil yang berada di samping Prabowo membuka perbincangan dengan mengajukan pertanyaan. “Lagi ramai nih, Pak. Katanya Pak Prabowo dituduh menghina tampang Boyolali,” ujar Dahnil membuka perbincangan itu. Pertanyaan Dahnil itu diakhiri dengan permintaan tanggapan kepada Prabowo.

    Baca: Bareskrim Limpahkan Laporan Soal Bupati Boyolali ke Polda Jateng

    Prabowo pun menyampaikan permintaan maafnya. "Maksud saya tidak negatif. Tapi kalau tersinggung, ya saya minta maaf. Maksud saya tidak seperti itu,” ujar Prabowo.

    Sebelum ungkapan maaf itu terucap, Prabowo menyatakan alasannya telah melontarkan candaan yang membuat publik bereaksi. Menurut dia, istilah tampang Boyolali itu bermakna sebuah penyederhanaan persoalan ekonomi. Prabowo mengaku ingin menggambarkan masalah kesenjangan, ketimpangan, dan ketidakadilan.

    Dia mengklaim cara bicaranya tersebut familiar di kalangan kelompok yang sudah akrab satu sama lain. Pernyataan itu, kata dia, adalah bahasa pertemanan. Namun dia tak menyangka bila ujarannya menimbulkan reaksi.

    Bila ditilik situasi lapangannya kala kampanye di Boyolali waktu itu, mantan Danjen Kopassus tersebut mengatakan audiens kampanyenya adalah kader dari partai-partai koalisi. Jumlahnya sekitar 400-500 orang. Dengan ujaran tampang Boyolali, Prabowo mengira hal itu akan mengakrabkan mereka.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Sayap OPM Kelompok Egianus Kogoya Meneror Pekerjaan Trans Papua

    Salah satu sayap OPM yang dipimpin oleh Egianus Kogoya menyerang proyek Trans Papua yang menjadi program unggulan Jokowi.