Minggu, 18 November 2018

Prabowo Minta Maaf soal Pidato Tampang Boyolali

Reporter:
Editor:

Amirullah

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Calon presiden nomor urut 02, Prabowo Subianto, berdoa saat berziarah di makam Gubernur Soerjo di Magetan, Jawa Timur, Rabu, 31 Oktober 2018. Prabowo melakukan serangkaian kegiatan di Magetan, antara lain berziarah ke makam Gubernur Soerjo, yang merupakan gubernur pertama Jawa Timur, serta bertemu dengan kader dan relawan. ANTARA FOTO/Siswowidodo

    Calon presiden nomor urut 02, Prabowo Subianto, berdoa saat berziarah di makam Gubernur Soerjo di Magetan, Jawa Timur, Rabu, 31 Oktober 2018. Prabowo melakukan serangkaian kegiatan di Magetan, antara lain berziarah ke makam Gubernur Soerjo, yang merupakan gubernur pertama Jawa Timur, serta bertemu dengan kader dan relawan. ANTARA FOTO/Siswowidodo

    TEMPO.CO, Jakarta - Calon presiden Prabowo Subianto melayangkan permohonan maaf atas seloroh tampang Boyolali yang terlontar dalam pidato kampanyenya di Boyolali, Jawa Tengah. Permintaan maaf ini disampaikan melalui sebuah buah video yang dikirim oleh koordinator juru bicara Badan Pemenangan Nasinonal, Dahnil Anzar Simanjuntak, kepada Tempo pada Rabu pagi, 9 November 2018.

    Baca: Djoko Santoso Menilai Tampang Boyolali Ucapan Sayang Tentara

    Dalam video tersebut, Prabowo menyampaikan permintaan maafnya di bagian akhir tayangan. "Maksud saya tidak negatif. Tapi kalau tersinggung, ya saya minta maaf. Maksud saya tidak seperti itu,” ujar Prabowo. Sebelum ungkapan maaf itu terucap, Prabowo menyatakan alasannya telah melontarkan candaan yang membuat publik bereaksi.

    Pada menit awal video tersebut, Dahnil, yang berada di samping Prabowo membuka perbincangan dengan mengajukan pertanyaan. “Lagi ramai nih, Pak. Katanya Pak Prabowo dituduh menghina tampang Boyolali,” ujar Dahnil membuka perbincangan itu. Pertanyaan Dahnil itu diakhiri dengan permintaan tanggapan.

    Prabowo pun seketika menjawab bahwa reaksi massa terhadap ujarannya sesungguhnya berlebihan. Sebab, ia mengklaim cara bicaranya tersebut familiar di kalangan kelompok yang sudah akrab satu sama lain. Ia mengatakan pernyataan itu adalah bahasa pertemanan.

    Baca: Bareskrim Limpahkan Laporan Soal Bupati Boyolali ke Polda Jateng

    Bila ditilik situasi lapangannya kala kampanye di Boyolali waktu itu, mantan Danjen Kopassus tersebut mengatakan audiens kampanyenya adalah kader dari partai-partai koalisi. Jumlahnya sekitar 400-500 orang. Dengan ujaran tampang Boyolali, Prabowo mengira hal itu akan mengakrabkan mereka.

    Ia menambahkan, istilah tampang Boyolali itu bermakna sebuah penyederhanaan persoalan ekonomi. Prabowo mengaku ingin menggambarkan masalah kesenjangan, ketimpangan, dan ketidakadilan. Ia pun tak menyangka bila ujarannya menimbulkan reaksi.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Agar Merpati Kembali Mengangkasa

    Sebelum PT Merpati Nusantara Airlines (Persero) berpotensi kembali beroperasi, berikut sejumlah syarat agar Merpati Airlines dapat kembali ke angkasa.