Sabtu, 17 November 2018

Gubernur Banten Minta Jokowi Cabut Izin KEK Tanjung Lesung

Reporter:
Editor:

Juli Hantoro

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Presiden Joko Widodo bersama Ketua Umum Himpunan Pengusaha Muda Indonesia Bahlil Lahadalia dan Gubernur Banten Wahidin Halim seusai menghadiri pembukaan Rapimnas HIPMI di Hotel Novotel, Tangerang, Banten, 7 Maret 2018. TEMPO/Ahmad Faiz

    Presiden Joko Widodo bersama Ketua Umum Himpunan Pengusaha Muda Indonesia Bahlil Lahadalia dan Gubernur Banten Wahidin Halim seusai menghadiri pembukaan Rapimnas HIPMI di Hotel Novotel, Tangerang, Banten, 7 Maret 2018. TEMPO/Ahmad Faiz

    TEMPO.CO, Jakarta - Gubernur Banten Wahidin Halim meminta Presiden Joko Widodo mencabut izin Kawasan Ekonomi Khusus Tanjung Lesung di Kabupaten Pandeglang.

    Baca juga: Demi Wisata Tanjung Lesung, Pemerintah Bangun Bandara Pandeglang

    Wahidin beralasan selama ini progres target yang telah ditetapkan tidak berjalan sesuai perencanaan. Menurut Wahidin, pembangunan KEK Tanjung Lesung selama ini tidak sesuai dengan target.

    "Karena saya ditanya beberapa kali sama Pak Presiden mengenai progresnya, sampai saya bilang mendingan cabut saja ijin KEK nya kalau memang sampai sekarang belum ada perkembangan," ujar Wahidin saat memimpin Rapat Koordinasi Proyek Strategis Nasional (PSN) di Pendopo Gubernur Banten Lama, Kota Serang, Selasa, 6 November 2018.

    Menurut Wahidin, sampai saat ini belum ada laporan perkembangan apa saja yang sudah dikerjakan di KEK Tanjung Lesung. “Dari 7 KEK, baru satu yang sudah jalan yaitu KEK Mandalika tapi selebihnya belum jadi," kata dia.

    Wahidin meminta agar Banten jangan hanya dijadikan sebagai tempat untuk investasi yang tidak jelas. "Dan saya minta mulai hari ini melaporkan perkembangannya apa yang menjadi target -target dari pembangunan KEK tersebut," kata Wahidin.

    Bupati Pandeglang Irna Narulita meminta kepada pengelola Tanjung Lesung yakni Banten West Java untuk memiliki komitmen yang jelas mengingat progres pembangunan pengembangan sektor wisata di kawasan Tanjung Lesung terkesan lamban dan belum begitu signifikan.

    "Pengelola Tanjung Lesung harus punya komitmen jangan sampai disebut-sebut KEK tapi tidak ada progresnya. Gubernur juga menyesali kenapa lambat," kata Irna.

    Menurut Irna, Pemkab Pandeglang akan terus mendorong pengelola Tanjung Lesung, agar di tahun ini ada progres pembangunan yang lebih cepat sehingga betul- betul bisa terintegrasi dengan baik.

    "Karena itu mari kita saling melengkapi mana yang kewajiban pemerintah daerah dan pengelola Tanjung Lesung. Dalam hal ini saling berbagi tugas dalam membangun, dengan harapan Tanjung Lesung ke depan dapat membawa perubahan ekonomi bagi masyarakat Pandeglang," katanya.

    Sementara itu, Direktur Utama PT. Banten West Java (BWJ) Poernomo Siswoprasetijo selaku pengelolaan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Tanjung Lesung mengaku telah menjalankan sesuai target yang telah dibuat.

    Baca juga: Tanjung Lesung Disulap Jadi Destinasi Wisata Internasional

    Poernomo menegaskan pihaknya selama ini terus berkomitmen membangun kawasan Tanjung Lesung. "Seperti yang disarankan Pak Gubernur dan bupati terkait pembangunan pengembangan sarana dan prasarana Tanjung Lesung, tentunya akan kami lakukan," ujarnya.

    Poernomo menjelaskan, selama ini BWJ telah berupaya menjalankan program dan target yang telah direncanakan sebelumnya. “Untuk saat ini saja kami telah membangun jalan di kawasan Tanjung Lesung sepanjang 1 kilometer dan pembangunan kamar hotel kami telah bangun secara bertahap," katanya.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Agar Merpati Kembali Mengangkasa

    Sebelum PT Merpati Nusantara Airlines (Persero) berpotensi kembali beroperasi, berikut sejumlah syarat agar Merpati Airlines dapat kembali ke angkasa.