Sekretariat Negara dan IPB MoU Pemeliharaan Satwa di Istana

Reporter:
Editor:

Kukuh S. Wibowo

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Presiden Jokowi bersama Ketua Umum Partai Golkar Airlangga Hartarto melihat-lihat kambing yang sedang diberi makan di Istana Bogor, Jawa Barat, 24 Maret 2018. TEMPO/Friski Riana

    Presiden Jokowi bersama Ketua Umum Partai Golkar Airlangga Hartarto melihat-lihat kambing yang sedang diberi makan di Istana Bogor, Jawa Barat, 24 Maret 2018. TEMPO/Friski Riana

    TEMPO.CO, Jakarta-Sekretariat Negara meneken nota kesepahaman (Memorandum of Understanding) dengan Institut Pertanian Bogor (IPB) mengenai pemeliharaan satwa di seluruh lingkungan Istana Kepresidenan, Selasa, 6 November 2018.

    "Sangat tepat bagi kita untuk bekerja sama dengan IPB, karena IPB memiliki keilmuan yang tepat, para ahli yang membantu kita untuk memelihara hewan yang kita miliki," kata Sekretaris Kementerian Sekretariat Negara Setia Utama di Komplek Istana Kepresidenan Jakarta.

    Baca: Jokowi Diminta Tegur Pejabatnya yang Pelihara Satwa Langka

    Setia berharap melalui kerja sama tersebut IPB dapat ikut memelihara dan mengembangbiakkan hewan-hewan peliharaan Istana sesuai dengan keilmuan mereka. Di lingkungan Istana Kepresidenan, kata dia, ada kuda dan rusa.

    Selain itu, Presiden Joko Widodo juga memelihara domba dan katak. "Apa perlu treatment khusus untuk katak, saya enggak tahu. Tapi alangkah baiknya juga kita pelihara dengan keilmuan yang dimiliki bapak ibu dari IPB," katanya.

    Sebagai gantinya, Kepala Sekretariat Kepresidenan Heru Budi Hartono mengatakan, pihaknya akan terbuka bila jajaran mahasiswa IPB ingin menggunakan fasilitas Sekretariat Negara. "Ini menjadi kewajiban kami membantu siswa-siswa itu supaya bisa melihat langsung, bisa menggunakan untuk uji coba, menggunakan fasilitas kami untuk kegiatan pembelajaran di IPB," ujar Heru.

    Simak: Aktivis: Tak Ada Paslon Pilpres Komitmen dalam Perlindungan Satwa

    Rektor IPB Arif Satria menuturkan nota kesepahaman tersebut merupakan rintisan yang tepat dalam rangka sinergitas untuk memobilisasi sumber daya yang dimiliki. Ia berharap kesepakatan tersebut dapat ditindaklanjuti dengan memorandum of agreement.

    Menurut Arif kerja sama tersebut nantinya akan bersifat luas. Sebab, kata dia, tidak menutup kemungkinan banyak hal yang dikerjakan IPB selain di bidang satwa. Misalnya, IPB bisa mengukur dan mendiagnosa kondisi pohon-pohon di Istana.

    "Kami punya alat bisa mendeteksi pohon ini isinya apa, kekuatannya sejauh mana. Sehingga itu bisa sebagai langkah kita untuk mengantisipasi ketika terjadi angin supaya tidak tumbang," kata Arif.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.