Bekas Sekretaris MA Nurhadi Bungkam Usai Diperiksa KPK

Reporter:
Editor:

Kukuh S. Wibowo

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sekretaris Mahkamah Agung, Nurhadi Abdurrachman, menjalani pemeriksaan di gedung Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Jakarta, Selasa, 6 November 2018, setelah mangkir dari panggilan sebelumnya. Nurhadi Abdurrachman diperiksa sebagai saksi untuk tersangka mantan petinggi Lippo Group, Eddy Sindoro. TEMPO/Imam Sukamto

    Sekretaris Mahkamah Agung, Nurhadi Abdurrachman, menjalani pemeriksaan di gedung Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Jakarta, Selasa, 6 November 2018, setelah mangkir dari panggilan sebelumnya. Nurhadi Abdurrachman diperiksa sebagai saksi untuk tersangka mantan petinggi Lippo Group, Eddy Sindoro. TEMPO/Imam Sukamto

    TEMPO.CO, Jakarta-Bekas Sekretaris Mahkamah Agung (MA)  Nurhadi Abdurrachman irit bicara usai diperiksa penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) di Jakarta selama lebih dari enam jam, Selasa, 6 November 2018.

    Ia diperiksa sebagai saksi dalam kasus suap panitera Pengadilan Negeri Jakarta Pusat yang menyeret eks petinggi Lippo Group Eddy Sindoro. "Tanya penyidik saja," ujar Nurhadi sambil bergegas masuk ke dalam mobilnya.

    Baca: MAKI Mendesak KPK Segera Tuntaskan Kasus Nurhadi

    Pemeriksaan  ini merupakan panggilan kedua bagi Nurhadi. Sebelumnya dia mangkir saat akan diperiksa pada 29 Oktober 2018.

    Dugaan keterlibatan Nurhadi dalam kasus suap itu mencuat setelah KPK menggeledah rumahnya pada 21 April 2016. Penggeledahan dilakukan berselang beberapa jam setelah operasi tangkap tangan terhadap Panitera Sekretaris PN Jakarta Pusat Edy Nasution dan perantara suap Doddy Aryanto Supeno. KPK menyita duit suap Rp 50 juta yang diduga bertujuan mengatur peninjauan kembali (PK) perkara perdata di Mahkamah Agung.

    Simak: Istri Nurhadi Jadi Staf Ahli, Ini Penjelasan Kementerian PAN-RB

    Setelah penangkapan, KPK menggeledah empat lokasi, termasuk rumah dan kantor Nurhadi. Dari rumah Nurhadi KPK menyita duit Rp 1,7 miliar dalam bentuk dolar Singapura, dolar Amerika, Euro dan Riyal. Duit diduga berkaitan dengan pengurusan perkara perdata yang diajukan ke MA.

    KPK juga telah memeriksa Nurhadi beberapa kali dalam proses penyidikan Edy Nasution. Jejak Nurhadi dalam kasus ini juga terlihat dari kasasi Edy Nasution. Dalam putusan itu, Eddy Sindoro disebut kerap berhubungan dengan Nurhadi dalam pengurusan perkara yang dihadapi Lippo Group.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kontroversi Nike ZoomX Vaporfly yang Membantu Memecahkan Rekor

    Sejumlah atlet mengadukan Nike ZoomX Vaporfly kepada IAAF karena dianggap memberikan bantuan tak wajar kepada atlet marathon.