Evakuasi Lion Air Hari ke-8, Basarnas Serahkan 26 Kantong Jenazah

Reporter:
Editor:

Rina Widiastuti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Tim DVI Polri, Basarnas dan Palang Merah Indonesia (PMI) melakukan identifikasi terhadap kantong jenazah yang tiba di JICT II, Tanjung Priok, Jakarta Utara, Senin, 5 November 2018. Sebanyak 17 kantong jenazah dibawa oleh Basarnas dari Perairan utara Karawang lokasi jatuhnya Pesawat Lion Air JT 610. TEMPO/Hilman Fathurrahman W

    Tim DVI Polri, Basarnas dan Palang Merah Indonesia (PMI) melakukan identifikasi terhadap kantong jenazah yang tiba di JICT II, Tanjung Priok, Jakarta Utara, Senin, 5 November 2018. Sebanyak 17 kantong jenazah dibawa oleh Basarnas dari Perairan utara Karawang lokasi jatuhnya Pesawat Lion Air JT 610. TEMPO/Hilman Fathurrahman W

    TEMPO.CO, Jakarta - Tim SAR gabungan berhasil mengangkut 26 kantong jenazah dari perairan Tanjung Karawang, Jawa Barat, pada hari kedelapan pencarian korban dan puing pesawat Lion Air JT 610 pasca-kecelakaan terjadi.

    Baca: Begini Rencana Tabur Bunga untuk Korban Lion Air di Karawang

    "Dengan ini, tim mencatat dari hari pertama sampai kedelapan, sudah 164 kantong jenazah ditemukan," kata Deputi Operasi Bidang Operasi dan Kesiapsiagaan Basarnas Nugroho Budi Wuryanto dalam konferensi pers di Jakarta International Container Terminal (JICT) 2, Tanjung Priok, Jakarta Utara, Senin, 5 November 2018.

    Pantauan Tempo, puluhan kantong jenazah itu didaratkan ke dermaga JICT 2 dalam dua kloter. Kloter pertama diangkut oleh Basarnas menunggang kapal Rigid Inflatable Boat (RIB) 03 milik Basarnas Lampung. Ada 17 kantong jenazah yang di bawa oleh tim saat itu. Kantong-kantong jenazah tersebut tiba di Tanjung Priok sekitar pukul 16.00 WIB.

    Sedangkan pada kloter kedua, Basarnas mengangkut 9 kantong jenazah menggunakan kapal KN SAR Sadewa milik Basarnas. Jenazah tiba di dermaga JITC 2 sekitar pukul 19.00 WIB.

    Baca: 17 Kantong Jenazah Lagi dari Lokasi Lion Air Jatuh, Total 155

    Jenazah yang dibungkus dalam kantong-kantong berwarna hitam dan jingga itu langsung diletakkan di tepi dermaga. Tim Disaster Victim Identification Kepolisian Indonesia (DVI Polri) lantas langsung memeriksa jenazah.

    Para relawan PMI yang turut bertugas pun langsung menyiapkan kantong baru untuk jenazah yang telah diperiksa. Mereka juga memberi catatan pada masing-masing kantong. Setelah itu, kantong-kantong jenazah langsung dibawa mobil ambulans ke Rumah Sakit Polri Kramat Jati, Jakarta, untuk diidentifikasi.

    Nugroho menjelaskan, pada hari kesembilan, Selasa, 6 November 2018, tim SAR gabungan masih akan berfokus mencari korban. Tim pun akan memperluas jangkauan operasi di laut.

    Baca: Temuan KNKT Setelah Berhasil Unduh Data FDR Lion Air JT 610

    "Besok (hari ini) akan kami perluas radiusnya sejauh radius 250 meter," katanya. Selain itu, perluasan daerah operasi juga bakal dilakukan di Pantai Tanjung Pakis, Karawang. "Ini memberikan keyakinan pada keluarga korban bahwa kami kerja all out. Kami bekerja dengan hati," ucap Nugroho.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    WhatsApp Pay akan Meluncurkan E - Payment, Susul GoPay dan Ovo

    WhatsApp akan meluncurkan e-payment akhir tahun 2019 di India. Berikutnya, WhatsApp Pay akan melebarkan layanannya ke Indonesia.