Selasa, 20 November 2018

Yusril Ihza Mahendra Jadi Kuasa Hukum Jokowi - Ma'ruf di Pilpres

Reporter:
Editor:

Juli Hantoro

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Yusril Ihza Mahendra meninggalkan ruang sidang usai menjadi saksi ahli pada sidang pelanggaran UU ITE dengan terdakwa Buni Yani di Bandung, Jawa Barat, 12 September 2017. Yusril berpendapat Buni Yani tidak bisa dipidanakan karena tidak ditemukan unsur pidana yang didakwakan kepadanya. TEMPO/Prima Mulia

    Yusril Ihza Mahendra meninggalkan ruang sidang usai menjadi saksi ahli pada sidang pelanggaran UU ITE dengan terdakwa Buni Yani di Bandung, Jawa Barat, 12 September 2017. Yusril berpendapat Buni Yani tidak bisa dipidanakan karena tidak ditemukan unsur pidana yang didakwakan kepadanya. TEMPO/Prima Mulia

    TEMPO.CO, Jakarta - Ketua Bidang Pemenangan Partai Bulan Bintang atau PBB Sukmo Harsono membenarkan kabar bahwa Ketua Umum PBB Yusril Ihza Mahendra sudah resmi menjadi kuasa hukum calon presiden dan calon wakil presiden Joko Widodo atau Jokowi - Ma'ruf Amin di pilpres 2019.

    Baca juga: PBB Akan Gelar Rakornas Bahas Arah Dukungan Pilpres 2019

    "Insya Allah benar adanya. Itu hak beliau sebagai profesional," ujar Sukmo kepada Tempo pada Senin, 5 November 2018.

    Kendati demikian, Sukmo mengatakan, partainya masih belum menentukan dukungan alias netral di pemilihan presiden 2019. "Terkait sikap PBB sampai saat ini masih netral, dan akan difinalkan pada Rakornas akhir November ini," ujar dia.

    Sukmo mengatakan, dalam beberapa kali pertemuan dan pembicaraannya dengan Yusril, kuasa hukum Prabowo - Hatta pada 2014 lalu itu, sudah bercerita tentang adanya permintaan untuk secara profesional menjadi kuasa hukum Jokowi - Ma'ruf Amin di pilpres 2019.

    "Dalam pembicaraan juga dibahas tentang pengalaman 2014 jadi pengacara Prabowo-Hatta. Sekali lagi, itu sikap profesional beliau dengan Ihza Law Firm- nya," ujar Sukmo.

    Baca juga: PBB Belum Tentukan Dukungan Pilpres ke Jokowi atau Prabowo

    Sukmo mengatakan, permintaan tersebut langsung diutarakan oleh Ketua Tim Kampanye Nasional Jokowi - Ma'ruf, Erick Thohir kepada Yusril Ihza. "Pak Yusril menceritakan kepada saya dan sekjen PBB perihal pertemuan tersebut," ujar dia.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Empat Sisi Gelap Putra Mahkota Arab Saudi Mohammed bin Salman

    Kasus pembunuhan Jamal Khasoggi yang diduga dilakukan oleh Kerajaan Arab Saudi membuat dunia menyorot empat sisi gelap Mohammed bin Salman.