Jumat, 16 November 2018

Tim Prabowo Akan Laporkan Bupati Boyolali ke Polisi dan Bawaslu

Reporter:
Editor:

Rina Widiastuti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Bakal calon presiden Prabowo Subianto (keempat kiri), bakal calon wakil presiden Sandiaga Uno (keempat kanan), Presiden PKS Sohibul Iman (ketiga kiri), Wakil Ketua Gerindra Fadli Zon (kedua kiri), Ketua DPP PAN Yandri Susanto (ketiga kanan), dan Sekjen Gerindra Ahmad Muzani (kedua kanan) berfoto bersama sembari berjabat tangan saat memberikan keterangan pers mengenai pandangan kondisi perekonomian bangsa saat ini di Rumah Kertanegara, Jakarta, 7 September 2018. TEMPO/M Taufan Rengganis

    Bakal calon presiden Prabowo Subianto (keempat kiri), bakal calon wakil presiden Sandiaga Uno (keempat kanan), Presiden PKS Sohibul Iman (ketiga kiri), Wakil Ketua Gerindra Fadli Zon (kedua kiri), Ketua DPP PAN Yandri Susanto (ketiga kanan), dan Sekjen Gerindra Ahmad Muzani (kedua kanan) berfoto bersama sembari berjabat tangan saat memberikan keterangan pers mengenai pandangan kondisi perekonomian bangsa saat ini di Rumah Kertanegara, Jakarta, 7 September 2018. TEMPO/M Taufan Rengganis

    TEMPO.CO, Jakarta - Juru bicara Badan Pemenangan Nasional Prabowo Subianto-Sandiaga Uno, Yandri Susanto mengatakan tim advokasi akan melaporkan Bupati Boyolali Seno Samudro dan orang-orang yang dinilai melontarkan ujaran kebencian ke kepolisian dan Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu). Yandri mengatakan pelaporan itu terkait ucapan-ucapan yang memaki Prabowo saat aksi Save Tampang Boyolali yang berlangsung Ahad, 4 November 2018.

    Baca: Tim Prabowo Protes Orasi Bupati di Aksi Save Tampang Boyolali

    "Orang-orang yang sok membela orang Boyolali, justru katakan kata-kata tidak pantas, terutama Bupati Boyolali yang katakan Prabowo ***, itu lebih tendensius dan ujaran kebencian, dan kami akan laporkan itu pada kepolisian," kata Yandri di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin, 5 November 2018.

    Yandri mengatakan makian Seno itu sangat tidak pantas diucapkan, apalagi oleh pejabat publik. Dia menilai omongan tersebut amat merugikan Prabowo sebagai calon presiden.

    Pernyataan Seno yang dipermasalahkan ini terlontar saat politikus Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan itu berorasi dalam aksi Save Tampang Boyolali. Melalui video yang beredar, Seno mengucapkan nama binatang yang identik dengan makian setelah nama Prabowo.

    Baca: Tim Prabowo Duga Ada 3 Pelanggaran di Aksi Save Tampang Boyolali

    Seno melontarkan umpatan itu sebagai simpulan atas aksi masyarakat Boyolali yang digelar hari tersebut. "Ekspresi dari masing-masing penjuru Boyolali dalam forum Boyolali bermartabat ini menyampaikan ekspresinya, nek tak simpulke sak kalimat kira-kira ya pada karepe Prabowo ***," kata Seno dikutip dari video di kanal Youtube DoubleVIRAL Channel. Jika diterjemahkan, "kalau saya simpulkan satu kalimat kira-kira sama maksudnya, Prabowo (kata binatang).

    Sebelumnya, beredar video pidato Prabowo saat menghadiri peresmian Badan Pemenangan Daerah Boyolali. Prabowo sedang berbicara tentang kemiskinan sebelum mengucapkan soal tampang Boyolali.

    Prabowo mengabsen tiga nama hotel bintang lima di Ibu Kota. Setelah itu, ia mengatakan bahwa ejaannya sulit hingga masyarakat saja tak mampu mengucapkannya. Prabowo lantas berseloroh bila audiensnya saat itu masuk hotel mewah, mereka akan diusir.

    Baca juga: Paguyuban Batalkan Jumpa Pers soal Tampang Boyolali di Hotel

    "Karena tampang kalian tidak tampang orang kaya. Tampang kalian ya tampang Boyolali ini. Betul?" tanya Prabowo. Peserta kampanye terdengar tertawa.

    Yandri mengatakan, tim advokasi badan pemenangan yang dipimpin oleh Sufmi Dasco Ahmad juga akan melaporkan orang-orang yang menyunting video pidato Prabowo hingga dianggap merendahkan orang Boyolali. Dia mengklaim, jika didengarkan secara utuh, isi pidato Prabowo sama sekali tak berniat merendahkan.

    "Justru bangkitkan orang Boyolali, enggak boleh miskin dan enggak boleh terpinggirkan," kata politikus Partai Amanat Nasional ini.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Tangis Baiq Nuril, Korban Pelecehan Yang Dipidana

    Kasus UU ITE yang menimpa Baiq Nuril, seorang guru SMAN 7 Mataram, Nusa Tenggara Barat, mengundang tanda tanya sejumlah pihak.